Tanggal 23 Juli 2025 menjadi awal dari perjalanan kami menuju Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara untuk mengikuti Cartens Wall Climbing Competition (CWCC). Kami beranggotakan dua orang atlet yakni Agung Suwito dan Juniar Fahrurozi serta satu orang official yakni Kafulaga Eka Maulana. Perasaan campur aduk, antara tegang dan bersemangat, menyertai langkah kami sejak persiapan keberangkatan. Beberapa hari sebelumnya, latihan intensif dilakukan sebagai bentuk pemantapan fisik dan mental. Peralatan panjat seperti harness, carabiner, sepatu panjat, hingga kapur magnesium sudah disiapkan dengan rapi agar tidak ada yang tertinggal.
Sesampainya di Jepara, suasana kampus
UNISNU sudah ramai dengan kedatangan para peserta dari berbagai daerah. Spanduk
besar bertuliskan Cartens Wall Climbing Competition 2025 menyambut kami di area
registrasi. Setelah melakukan pendaftaran ulang dan pengecekan teknis, kami
langsung diarahkan menuju tempat penginapan yang sudah disediakan panitia.
Malam pertama dipenuhi dengan doa dan evaluasi singkat agar lebih siap
menghadapi perlombaan keesokan harinya.
Tanggal 24 Juli, kompetisi resmi dibuka
dengan upacara pembukaan yang meriah. Sambutan dari pihak universitas dan
panitia semakin menambah semangat para peserta. Suara sorak-sorai penonton
terdengar saat para atlet mulai mencoba lintasan pemanasan. Setiap dinding
panjat yang disiapkan memiliki tingkat kesulitan yang berbeda, menguji
kekuatan, strategi, sekaligus mental para pemanjat. Hari-hari berikutnya, 25
dan 26 Juli, menjadi puncak perlombaan. Kami bergantian tampil sesuai jadwal
yang ditentukan. Suasana tegang terasa setiap kali nama dipanggil, namun begitu
mulai memanjat dinding, fokus sepenuhnya tertuju pada pijakan dan pegangan.
Tantangan lintasan yang menuntut ketangkasan dan ketahanan membuat adrenalin
berpacu lebih kencang. Sorakan dukungan dari teman-teman dan official menjadi
motivasi tambahan untuk menyelesaikan jalur dengan sebaik mungkin.
Tidak hanya tentang adu kecepatan dan
teknik, CWCC juga menghadirkan momen kebersamaan antar peserta. Kami bisa
saling bertukar pengalaman, belajar teknik baru, hingga menjalin persahabatan
dengan pemanjat dari berbagai daerah. Inilah salah satu hal yang membuat
kompetisi semakin berkesan, bukan sekadar lomba, melainkan juga ajang
memperluas jaringan dan wawasan. Akhirnya, tanggal 27 Juli 2025, acara ditutup
dengan pengumuman pemenang sekaligus seremoni penutupan. Walau hasil lomba
tentu menjadi hal yang ditunggu-tunggu, pengalaman berharga selama lima hari
ini jauh lebih penting. Kami belajar banyak, bukan hanya soal teknik panjat,
tetapi juga tentang sportivitas, kerja sama, dan ketangguhan menghadapi
tekanan.
Dengan hati penuh rasa syukur, kami
meninggalkan Jepara membawa pengalaman yang akan selalu dikenang. Cartens Wall
Climbing Competition 2025 di UNISNU Jepara bukan hanya menjadi ajang kompetisi,
tetapi juga perjalanan penuh makna yang memotivasi untuk terus berkembang dalam
dunia panjat tebing.
No comments:
Post a Comment