Showing posts with label Cave. Show all posts
Showing posts with label Cave. Show all posts

Saturday, 27 January 2024

MAPALA SURYA RIMBA IKUTI PRUSIKING SKILL COMPETITION DAN BAWA PIALA DUA SEKALIGUS

 


Prusiking Skill Competition yang diselenggarakan oleh Pekalongan Rescue yang dilaksanakan di Sekretariat Pekalongan Rescue pada hari Sabtu (27/01/2024).

Mapala Surya Rimba adalah UKM yang bergerak di bidang olahraga dan kepecintaalaman. Salah satunya yaitu Prusiking. Prusiking menjadi salah satu materi dasar dalam ilmu caving karena membantu seseorang dalam menyusuri gua vertical, selain itu membantu seseorang mencapai ketinggian tebing ataupun selainnya yang tinggi. Prusiking itu sendiri adalah kegiatan menaiki tali dari bawah ke atas menggunakan dua buah tali prusik.

Prusiking itu sendiri saat ini sudah sering dilombakan. UKM Mapala Surya Rimba tentu tidak asing lagi dengan olahraga prusiking ini dan tentunya UKM Mapala Surya Rimba memiliki banyak potensi yang memiliki skill dalam bidang prusiking.

UKM Mapala Surya Rimba mendelegasikan anggotanya yaitu Saudara Agung Suwito, Fatikhul Amar Ma’ruf, Desy Puspita Sari, dan Muhammad Zuhdan Aljundi untuk mengikuti Prusiking Skill Competition yang diselenggarakan oleh Pekalongan Rescue yang di dampingi oleh Anang Purwoko sebagai pelatih dalam perlombaan ini. Prusiking Skill Competition diikuti sebanyak 24 tim yang berasal dari kategori umum.

Melalui perlombaan ini diharapkan dapat menjadi kegiatan positive untuk bersinergi bersama untuk mengembangkan dan memajukan UKM Mapala Surya Rimba dan Universitas Muhammadiyah Purworejo itu sendiri, selain itu delegasi yang mengikuti perlombaan ini mampu menambah pengalaman dan mengasah keterampilan yang dimiliki dalam dirinya.” Ujar Ketua Umum Mapala Surya Rimba Sofi Prasetyo Aji


Dengan kegigihan dan skill yang dimiliki, Mapala Surya Rimba mampu bersaing dan meraih Juara I dan Juara II. Agung Suwito sebagai Juara I dan Fatikhul Amar Ma’ruf Juara II dalam lomba tersebut menuturkan bahwa tak hanya kekuatan dan kecepatan yang dibutuhkan, tetapi juga ketenangan dan konsentrasi tinggi.

 

 

Saturday, 1 October 2022

Sosial Budaya Divisi Caving Dikjut XXIII

 Goa Sibodak dan Goa Ngobaran

          Goa Sibodak merupakan goa vertikal yang memiliki kedalaman 28 meter yang terletak di Dusun Katerban, Desa Donorejo, Kaligesing, Purworejo. Wilayah ini berbatasan dengan Desa Kaligono dan Hulusobo di sebelah barat, Desa Girimulyo dan Provinsi DIY di sebelah timur, Desa Tlogoguwo di sebelah utara, dan Desa Jatirejo serta Desa Somongari di sebelah selatan. Donorejo terbagi menjadi empat dusun, yaitu Katerban, Denansri, Jogowono, dan Rejosari. Asal usul nama Goa Sibodak yaitu jika dilihat dari atas Goa Sibodak tempak seperti tempat beras bodak, maka dari itu diberi nama Goa Sibodak.


                         


          Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari masyarakat di desa ini selalau memaksimalkan penghasilan dari kebun, seperti memanen buah durian, kelapa, ada yang berternak kambing berdagang, dan ada yang menjadi buruh serabutan. Di wilayah keligesing ini terkenal sebagai wilayah yang kaya akan buah seperti durian dan manggis, jadi saat musim buah ini datang, maka penduduk desa pasti berjualan durian ke pasar. Karena rata-rata warga desa ini bersekolah hanya sampai jenjang SLTA/sederajat, bahkan hanya sampai jenjang smp hak ini disebabkan karena keterbatasan ekonomi. Untuk pemuda di dusun ini rata-rata pergi merantau ke luar kota, jadi di desa ini kurang aktif dalam bidang kemasyarakatan. Desa Donorejo ini meiliki fasilitas kesehatan seperti Puskesmas Pembantu Kesehatan, dan ada juga puskesmas tetapi berada di Kaligesing. Penduduk di desa ini rata-rata menganut Agama islam. Desa ini atau wilayah di kaligesing ini memiliki makanan khas yaitu gembel, gembel adalah makanan yang terbuat dari pati singkong yang dalamnya terbuat dari sambal tempe.


                       


          Dibalik keindahan gua dengan kedalaman kurang lebih 20 meter yang dimiliki Goa Ngobaran, Goa ini memiliki sejarah, sejarah tentang goa ini populer dan diketahui oleh para orang tua. Jadi pada zaman dahulu ada seseorang yang bernama Kyai Hajar, beliau adalah seorang kyai yang hidup sendiri di tengah hutan kaligesing sampai tua. Tidak seperti orang tua pada umumnya, yang meningal diumur kurang dari 100 tahun. Saat ia berumur 116 tahun ia belum dipanggil juga oleh yang maha kuasa. Kemudian pada saat musim kemarau ia mengumpulkan dan mencari kayu di tengah huan itu kemudian setelah banyak kemudian ia bakar kayu tersebut. Setelah api besar ia memutuskan untuk bunuh diri, dengan cara masuk ke dalam perapian. Karena saat bunuh diri ini berada di atas gunung di antara perbukitan goa ini, maka dari itu goa ini diberi nama Goa Ngobaran. Awal mula gua ini terkenal setelah Goa Seplawan ditemukan olah Dr. Cow dan seorang dari China sama salah seorang ahli geografi dari bandung, Budi Hartono pada tahun 1980.

                                 

          Di Desa Donorejo ini masih banyak kesenian seperti hadroh, kemudian ada arak-arakan, jaranan, ndolalak, dan wayang. Kesenian seperti ini masih di lestarikan didesa ini hal ini bertujuan agar kebudayan tidak hilang tertelan oleh zaman.

 

Goa Sikantong

          Goa Sikantong merupakan salah satu goa horizontal dan berair yang terdapat di Desa Tlogoguwo. Tepatnya di Dusun Sibentar, Kaligesing, Purworejo di daerah wisata taman batu, yang hampir dan menjadi perbatasan dengan wilayah Kulon Progo. Dusun Sibentar sebelah barat berbatasan dengan wilayah Sibentar, kemudian sisi sebelah selatan berbatasan dengan wilayah Donorejo, dan sisi sebelah utara adalah Desa Purbowono. Warga di desa ini kira-kira sebanyak 1000 kk terdapat di desa ini.

                    

          Di desa ini masyarakatnya sangat bermacam-macam dalam memenuhi perekonomian mereka, rata-rata warga desa ini banyak yang jadi petani, peternak kambing, buruh. Di samping itu karena banyak orang yang mmelihara dan sekaligus berternak kambing jenis etawa, maka di desa ini pun juga membuat olahan susu, seperti susu murni, atau dijadikan susu rasa, pilihan lain biasanya dibeli oleh tengkulak yang datang. Rata-rata pendidikan yang dimilki olah masyarakat di desa ini hanya sampai SLTA/sederajat dan ada juga yang berhenti di jenjang smp. Fasilitas kesehatan desa ini berada di Pandan Rejo, kira-kira berjarak 3-4 km, sedangkan sistem kepercayan didesa ini masih sama dengan desa yang sebelumnya, kebanyakan memeluk Agama Islam dan yang paling dicari-cari pengunjung ketika datang ke sini adalah mencari makanan, desa ini memiliki makanan khas yaitu gembel dan geblek sengek makanan yang menjadi incaran siapapun yang berkunjung ke wilayah kaligesing ini. Dan desa ini juga ada keseian tradisional wayang, hadroh, dan ndolalak.

                           

          Di wilayah kaligesing ini banyak sekali tebing batu bahkan gua yang ditemukan awal pertama kali adalah Goa Seplawan dan banyaknya mahasiswa yang ke daerah sini untuk mengeksplor. Salah satu gua di desa ini adalah Goa Sikantong, goa horizontal yang berair dengan kedalaman kurang lebih 53 meter. Goa ini memiliki sejarah yang ada kaitanya dengan pewayangan di indonesia. Goa ini adalah tempat wisata jadi sebelum masuk ke Goa Sikantong, harus membayar tiket sebesar Rp 5.000. Harga yang murah untuk menyaksikan keindahan alam di sana. Goa Sikantong biasanya dibuka pada pukul 08.00 WIB dan ditutup pukul 18.00 WIB. Goa ini memiliki peraturan yang harus dipatuhi oleh setiap orang yang datang berkunjung ke sini, yaitu tidak boleh berkata kotor jika sedang eksplore di goa ini, tutur kata mas Ajik. Yang masih menjadi masalah atau pikiran orang di desa ini adalah karena wilayah mereka banyak tempat wisata ini dan mereka bingung bagimana cara memperkenalkan tempat ini ke masyarakat luas. Masyarakat di Tlogoguwo sendiri masih sangat erat dengan perayaan hari besar Islam seperti, muludan, suranan, untuk kesenian yang masih ada ndolalak, kuda lumping dan hadroh.

Sumber : Mbah Cokro, Mama Sri, dan Mas Ajik


Wednesday, 14 September 2022

Penelusuran Goa Sibodak Dalam Rangka Memperingati Milad ke-58 Tahun Universitas Muhammadiyah Purworejo

 Hallo berjumpa kembali dengan kami


    Dalam rangka memperingati Milad Ke-58 Tahun Universitas Muhammadiyah Purworejo, Unit Kegiatan Mahasiswa Mahasiswa Pencinta Alam Surya Rimba (UKM Mapala Surya Rimba) memeriahkan dengan kegiatan mengibarkan ucapan Milad Ke-58 Tahun Universitas Muhammadiyah Purworejo dan bendera Universitas Muhammadiyah Purworejo dan Mapala Surya Rimba. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wadah mahasiswa putra dan putri untuk mengembangkan bakatnya dibidang kepencintaalaman.


                              

    Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin-Selasa, 12-13 September 2022. Peserta kegiatan ini adalah mahasiswa/mahasiswi Universitas Muhammadiyah Purworejo khusunya Anggota Mapala Surya Rimba yang berjumlah 6 peserta. Jumlah masing-masing 4 Anggota Putra dan 2 Anggota Putri yaitu Panji Nugraha, Adamas Hamid Amrullah, Budi Sutomo, Muhammad Zuhdan Aljundi, Lela Yustia Hijriyanti, dan Rasmini dan ditambah pendamping lapangan 2 orang putra yang merupakan anggota alumni yaitu Saeful Mujab dan Usman Aziz.



                                

    Kegiatan ini dilaksanakan di Goa Sibodak yang terletak di Dusun Katerban, Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. Goa Sibodak merupakan goa vertikal yang memiliki kedalaman sekitar 28 meter. Di dalam Goa Sibodak terdapat ruangan yang cukup luas, biasanya disebut chamber. Di goa sibodak terdapat beberapa biota, seperti kelelawar dan jangkrik.  Selain itu, di goa sibodak juga terdapat beberapa ornamen yang tidak semua orang bisa menikmati keindahan. Oleh karena itu, perlu adanya persiapan khusus untuk melakukan penelusuran Goa Sibodak seperti menggunakan teknik penelusuran gua vertikal yaitu Single Rope Technique (SRT). Pada hari pertama dilakukan persiapan alat, survey lokasi pembuatan achor dan latihan pengoperasian alat. Hari kedua yaitu pelaksanaan, sebelum penelusuran gua dilakukan doa bersama agar kegiatan berjalan dengan lancar yang dipimpin oleh Panji Nugraha selaku ketua panitia kegiatan


                                                   






    Setelah itu, adanya pembagian tim dalam kegiatan ini yaitu dengan membagi dua tim, tim pertama yaitu tim penelusur goa yang berjumlah 4 orang dan tim kedua yaitu tim rescue yang berjumlah 4 orang juga. Tim penelusur membuat 2 riging/lintasan, 1 untuk lintasan utama, 1 untuk lintasan dokumentasi menggunakan handycam. Tim rescue juga membantu dokumentasi menggunakan drone. Selesai penelusuran Goa Sibodak kami melakukan perawatan alat agar kondisi alat tetap aman untuk digunakan di kegiatan berikutnya.


 
Penasaran keseruan kami dalam kegiatan ini. Jangan lupa kunjungi youtube kami  
https://youtu.be/KlihVeieIo4


Sunday, 24 January 2021

Basic Training Mapala Surya Rimba Angkatan XXII "Buang Perbedaan, Satukan Kebersamaan, Kuatkan Persaudaraan"

    MAPALA SURYA RIMBA belum lama ini telah menyelenggarakan sebuah agenda tahunan yaitu kegiatan basic training angkatan ke-22 tahun 2021. Kegiatan terselenggara selama tiga hari yaitu pada tanggal 15-17 Januari (Jumat-Minggu) di lokasi area goa Seplawan. Kegiatan berhasil terselenggara setelah sebelumnya mengalami beberapa kendala. Mulai dari masalah birokrasi, masalah tempat, dan beberapa kendala lainnya. Namun pada akhirnya kegiatan dapat terselenggara dengan baik dan lancar. 

Pesrta basic training Mapala Surya Rimba angkatan XXII

  Peserta basic training berjumlah 16 anak,  dengan jumlah masing masing 10 anggota putri dan 6 anggota putra. Jumlah ini terkurasi melalui beberapa rangkaian seleksi yang diadaka. Mulai dari technical meeting, training center yang diadakan seminggu sebanyak tiga kali, materi ruang empat divisi, dan beberapa seleksi turut dijalani sebelum mereka mengikuti kegiatan basic training.

Pembina Mapala Surya Rimba (bpk. Hermawan, M.Pd. I) sedang memberkan materi dan arahaan kepada peserta basic training

 Kegiatan diawali dengan acara pembukaan yang dihadiri langsung oleh pembina mapasuri  bpk.Hermawan, M.Pd. I beliau memberikan pesan kepada peserta bahwa kita tetap harus beraktifitas walaupun di tengah pandemi dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ada, dan juga beliau menekankan untuk tetap menjalankan ibadah pada saat kegiatan berlangsung. Kemudian dilanjutkan materi keorganisasian yang diisi oleh saudara Usman Azis dan Adamas Hamid A selaku ketua umum Mapasuri.

Peserta sedang mengaplikasikan materi pembuatan api

Prosesi pelantikan peserta basic training Mapala Surya Rimba

    Kemudian setelah pembukanan selesai dilanjutkan dengan pemberangkatan peserta menuju lokasi kegiatan, setelah sampai dilokasi peserta langsung mengikuti kegiatan sampai tanggal 17 Januari. Di hari terakhir kegiatan ditutup dengan pelantikan peserta basic training menjadi anggota muda Mapala Surya Rimba, dan juga dilanjut dengan sesi foto bersama.

    "melalui kegiatan basic training tersebut saya berharap semoga seluruh peserta bisa mengambil pelajaran positif yang ada, dan semoga hal tersebut bisa menjadi bekal untuk menjadikan kita manusia yang lebih baik."_written

 


     

Tuesday, 8 December 2020

CERITA PERJALANAN : PEMETAAN DAN EXPLORE GOA SIBODAK DAN GOA SEMAR


    Assalamualaikum,, sebelumnya perkenalkan namaku Dhea Wahyu Yulia Putri aku mahasiswa program studi Bahasa Indonesia semester tiga, yang kebetulan aku bergabung di UKM MAPASURI.

   Kali ini aku akan membagikan kisahku dan teman-teman mengikuti salah satu kegiatan di Mapala yaitu kegiatan susur goa. Pada tanggal 20 November 2020 aku dan teman teman berangkat menuju basecamp. Kali ini kami akan memasuki goa Sibodak dan goa Semar yang berlokasi di Desa Donorejo Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. Setelah perjalanan 40 menit, kami sampai di basecamp dan langsung membereskan peralatan dan bersiap-siap untuk pelaksanaan besok pagi, setelah itu melanjutkan review materi dan kemudian kamipun beristirahat, karena cukup excited aku kesulitan tidur karena membayangkan bagaimana besok ketika aku masuk kedalam goa.

Proses saat menuruni goa sibodak

     Memasuki hari pelaksanaan tanggal 21 November aku bangun pukul lima pagi, setelah itu lanjut TC dan juga sarapan. Pagi itu aku sangat bersemangat kerena di hari pertama akan masuk ke goa sibodak terlebih dahulu. Sekitar jam 8 kami berangkat menuju lokasi dengan berjalan kaki dan sampai di lokasi pukul 08:15. Setelah sampai di lokasi rasa semangat dan excited tiba-tiba meredup, rasa itu berubah menjadi rasa gelisah gundah membuat jantung tak berirama. Ternyata kedalaman goa tersebut sekitar 25m dan itu vertikal. Setelah peralatan dipasang aku menunggu giliran untuk masuk kedalam goa, tanpa disadari setelah menunggu cukup lama tiba giliranku. Saat memakai set SRT aku belum merasa takut, tapi saat sudah berada di mulut goa rasa takut itu bertambah menjadi 100x lipat lebih besar, apa lagi saat akan melepas kuncian. Untuk mengatasi rasa takut, aku mencoba meyakinkan diri agar cepat segera turun dengan berbisik di dalam hati, " ayoo.. bisaa dibawah nanti bertemu jodoh". Akhirnya setelah beberapa menit aku sampai di dalam goa, selanjutnya aku dan teman-teman melanjutkan latihan pemetaan goa. Suasana di dalam goa gelap, berlumpur, banyak terdapat kelelawar, ada beberapa hewan, dan juga terdapat beberapa fosil. Disana juga terdapat banyak ornamen yang menakjubkan. 

    Setelah selesai pemetaan aku dan teman-teman bergegas untuk naik kembali karena keadaan hujan dan sudah sore. Saat tiba giliranku naik, aku bergegas untuk memasang alat dan naik ke atas, ketika sudah di tengah lintasan aku merasa cukup lelah dan memotivasi diri "ayo bisa.. cepat naik.. diatas ada jodoh dan ayam geprek..". Setelah berhenti beberapa menit aku lalu melanjutkan naik keatas. Saat akan memegang ujung tali aku kesulitan untuk naik dan memasang pengaman tapi dengan sekuat tega akhirnya berhasil dan bisa naik dengan selamat. Setelah semua naik aku dan teman-teman membersihkan alat dan bergegas menuju basecamp. Sampai di basecamp sekitar 18:10 keadaan disana hujan deras, ada yang membersihkan alat dan ada yang memasak untuk makan malam. Jam 19.30 malam dan dilanjutkan briefing, setelah itu aku dan teman-teman istirahat.

Moment saat akAn memasuki goa sibodak  
    

 Hari kedua pelaksanaan tanggal 22 November 2020 diakibatkan kelelahan dan udara yang cukup dingin aku bangun terlambat pukul 05.30, namun tidak hanya aku tapi hampir semua kesiangan termasuk korlap yang biasanya setiap pagi membangunkan peserta dengan suara merdunya hingga kami mampu terbangun dari indahnya mimpi. Seperti biasa di pagi hari diawali dengan TC  dan sarapan selanjutnya kita berdoa sebelum berangkat ke lokasi. Kali ini aku akan memasuki goa Semar yang terletak di Desa Tlogoguo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. Aku dan teman-teman berangkat kesana menggunakan sepeda motor karena lokasi cukup jauh sekitar 15 menit dari basecamp. Setelah dilokasi kami langsung mempersiapkan peralatan dan siap-siap untuk masuk. Saat itu di hari pertama dan kedua aku menjadi pointer, aku yang berada di depan saat pemetaan berlangsung. Lokasi didalam goa semar berair, gelap, terdapat kelelawar dan hewan kecil lainnya. Sama seperti goa lainnya goa semar memiliki banyak ornamen yang menakjubkan dan indah. Saat pemetaan berlangsung terdapat chamber yang mengharuskan aku sebagai pointer masuk kedalam hingga ujung untuk memaksimalkan hasil pengukuran. Saat itu aku berfikir chamber itu tidak dalam, namun setelah dipasang peralatan agar aku aman aku masuk kedalam chamber dan tanpa disangka kedalaman air tersebut hampir sebahu. Ketakutan mulai muncul, hati mulai tak tenang, dan aku mulai membayangkan "bagaimana jika ada buaya di dalam air?, bagaimana jika ada ular masuk kedalam bajuku?, bagaimana jika ada kalajengking masuk sepatu bootku?", dan bayangan tentang hewan hewan menakutkan lainnya. ditambah teman teman yang bertugas sebagai shooter sempat mengalami kendala karena leser meter eror  sehingga membuatku semakin lama berdiam didalam chamber. Setelah pemetaan selesai kami keluar dan bergeges menuju basecamp sekitar pukul 14.30. Sampai di basecamp kami membersihkan alat dan selanjutnya kembali ke kampus. 

    Demikian sedikit cerita pengalamanku saat masuk kedalam goa vertikal dan goa horizontal. Semoga dilain waktu dapat berkesempatan mengunjungi dan memasuki goa-goa lainnya. Sekian dan terimakasih telah membaca





Wednesday, 17 January 2018

LOKASI GUA SEPLAWAN KABUPATEN PURWOREJO

Lokasi Goa Seplawan Purworejo



Goa seplawan terletak di pegunungan Menoreh yang membentang dari Kecamatan Bagelen Purworrejo hingga Kabupaten Magelang. Goa seplawan masuk wilayah Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo Jawa Tengah dan di sebelah timur berbatasan langsung dengan kabupaten Kulonprogo Yogyakarta.

...

Tuesday, 16 January 2018

EKSPLORASI GUA SEMAR & FOTOGRAFI GUA SEMAR KALIGESING PURWOREJO||| EXPLORING & CAVE PHOTOGRAPHY HD

(VIDEO) EKSPLORASI GUA SEMAR & FOTOGRAFI GUA SEMAR KALIGESING PURWOREJO||| EXPLORING & CAVE PHOTOGRAPHY 

Anggota Mapala Surya Rimba melakukan aktivitas penelusuran gua di gua Semar Kecamatan Kaligesing Kabupatn Purworejo. Sebagai salah satu aktivitas rang rutin dilakukan oleh mapasuri penelusuran gua tidak hanya sebatas eksplorasi saja, akan tetapi ada pendalaman ilmu speleologi yang dilakukan.

Kali ini Mapala Surya Rimba melakukan eksplorasi dan latihan fotografi dalam goa, sebagai salah satu cabang ilmu di divisi caving, fotografi dalam goa memiliki teknik yang berbeda dari fotografi alam bebas maupun foto biasa. Pengaturan pencahayaan yang bagus menjadi salah satu syarat hasil "jepretan" yang bagus. 


"Kami tidak hanya belajar di atas meja dan dengan buku
                   tapi kami belajar di alam dan dengan segala ciptaanNya"





#Akun media sosial resmi MAPASURI
facebook  : Mapasuri UM Purworejo
fans page : Mapasuri
twitter      : @mapasuri
instagram: @mapalasuryarimba_
email       : mapala_surya_rimba@yahoo.com
youtube   : Mapala Surya Rimba
blog      : mapasuriumpwr.blogspot.co.id
...