Showing posts with label Event. Show all posts
Showing posts with label Event. Show all posts

Saturday, 27 January 2024

MAPALA SURYA RIMBA IKUTI PRUSIKING SKILL COMPETITION DAN BAWA PIALA DUA SEKALIGUS

 


Prusiking Skill Competition yang diselenggarakan oleh Pekalongan Rescue yang dilaksanakan di Sekretariat Pekalongan Rescue pada hari Sabtu (27/01/2024).

Mapala Surya Rimba adalah UKM yang bergerak di bidang olahraga dan kepecintaalaman. Salah satunya yaitu Prusiking. Prusiking menjadi salah satu materi dasar dalam ilmu caving karena membantu seseorang dalam menyusuri gua vertical, selain itu membantu seseorang mencapai ketinggian tebing ataupun selainnya yang tinggi. Prusiking itu sendiri adalah kegiatan menaiki tali dari bawah ke atas menggunakan dua buah tali prusik.

Prusiking itu sendiri saat ini sudah sering dilombakan. UKM Mapala Surya Rimba tentu tidak asing lagi dengan olahraga prusiking ini dan tentunya UKM Mapala Surya Rimba memiliki banyak potensi yang memiliki skill dalam bidang prusiking.

UKM Mapala Surya Rimba mendelegasikan anggotanya yaitu Saudara Agung Suwito, Fatikhul Amar Ma’ruf, Desy Puspita Sari, dan Muhammad Zuhdan Aljundi untuk mengikuti Prusiking Skill Competition yang diselenggarakan oleh Pekalongan Rescue yang di dampingi oleh Anang Purwoko sebagai pelatih dalam perlombaan ini. Prusiking Skill Competition diikuti sebanyak 24 tim yang berasal dari kategori umum.

Melalui perlombaan ini diharapkan dapat menjadi kegiatan positive untuk bersinergi bersama untuk mengembangkan dan memajukan UKM Mapala Surya Rimba dan Universitas Muhammadiyah Purworejo itu sendiri, selain itu delegasi yang mengikuti perlombaan ini mampu menambah pengalaman dan mengasah keterampilan yang dimiliki dalam dirinya.” Ujar Ketua Umum Mapala Surya Rimba Sofi Prasetyo Aji


Dengan kegigihan dan skill yang dimiliki, Mapala Surya Rimba mampu bersaing dan meraih Juara I dan Juara II. Agung Suwito sebagai Juara I dan Fatikhul Amar Ma’ruf Juara II dalam lomba tersebut menuturkan bahwa tak hanya kekuatan dan kecepatan yang dibutuhkan, tetapi juga ketenangan dan konsentrasi tinggi.

 

 

Sunday, 26 March 2023

Mapala Surya Rimba Membawa Pulang 2 Medali Di Kompetisi Mentari Rafting Competition Tingkat Mapala Jateng dan DIY

     Mentari Rafting Competition Tingkat Mapala Jateng dan DIY yang diselenggarakan oleh Mapala Rimba Raya Indonesia Universitas Muhammadiyah Magelang dalam rangka Milad Mentari Ke-40 Tahun. Acara ini dilaksanakan di Sungai Elo Kabupaten Magelang pada hari Kamis-Sabtu (9-11/03/2023).

                                    

Mapala Surya Rimba menurunkan 2 tim yaitu Ananda Bagas Kusuma, Bangkit Dito Pamungkas, Ikhsan Susanto, Hanan Muhammad Ihsan, Fathikul Amar Ma’ruf kategori R4 Putra dan Astri Julita Qomayro, Desy Puspita Sary, Desi Puspita Sary, Ela Kurnia Sari, Leni Istiqomah kategori R4 Putri untuk berkompetisi di ajang tersebut. Kompetisi ini diikuti sebanyak 19 tim yang berasal dari Mapala Jateng dan Mapala DIY.

Perjuangan Mapala Surya Rimba akhirnya mengumpulkan 2 medali. Yakni medali perunggu di kategori Sprint dan Head To Head R4 Putri. Ketua Umum Mapala Surya Rimba mengatakan “Alhamdulillah hasil yang membanggakan. Prestasi ini akan menjadi motivasi bagi atlet rafting Mapala Surya Rimba untuk terus menjadi yang terbaik dan membawa nama baik organisasi maupun kampus.” Ujar Muhammad Taufiq Syarif.

                              

Kompetisi ini sebagai wadah atau tempat mengasah kemampuan dan skill, meningkatkan keberanian, kepercayaan diri, dan meningkatkan kreativitas. Selain itu, sebagai ajang silaturahmi antar perguruan tinggi se-Jateng dan DIY. Tentu prestasi yang berhasil ini diraih tidak terlepas berkat dorongan dan kerja sama semua pihak.

                                 

Monday, 2 January 2023

Latihan Gabungan Pusat Koordinasi Wilayah (PKW) Karesidenan Kedu

Mapala Surya Rimba ikut serta dalam kegiatan LATGAB (Latihan Gabungan) Rock Climbing di Sekretariat Mata Jala dan Tebing Putih Kebumen. Latgab ini diselenggarakan oleh Pusat Koordinasi Wilayah (PKW) Karesidenan Kedu pada Sabtu-Minggu (10-11/12/2022) yang bertemakan Satukan Lambung dan Satukan Pikiran. Delegasi dari Mapala Surya Rimba berjumlah enam anggota yaitu Muhammad Taufiq Ayarif, Adamas Hamid Amrullah, Agung Suwito, Cavin Samba Harya Saputra, Nadia Fadhilatul Khair, dan Khusniyatin.


      Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keilmuan dalam bidang Rock Climbing dan mempererat tali persaudaraan para penggiat alam bebas rock climbing khusunya di wilayah karesidenan kedu yaitu Mapala Surya Rimba Universitas Muhammadiyah Purworejo selaku ketua koordinator tahun ini, Mapala Unsiq Universitas Sains Al-Qur’an, Mentari Universitas Muhammadiyah Magelang, Mapala Sulfur Universitas Tidar Magelang, Mapala Mata Jala Universitas Ma’arif Nahdatul Ulama Kebumen sebagai tuan rumah latgab kali ini, Mapala Trabas Univesitas Putra Bangsa Kebumen, Mapalasta Universitas IAINU Kebumen, dan Palasigo Universitas Muhammadiyah Gombong.


Dihari pertama kami melakukan diskusi materi Rock Climbing yaitu mengenai Sport Climbing dan Artificial Climbing yang di sampaikan oleh Mapala Unsiq Universitas Sains Al-Qur’an. Kira-kira apa sih Rock Climbing itu? Sport Climbing dan apa itu Artificial Climbing? Disini kami berdiskusi bersama mengenai Rock Climbing, Sport Climbing, dan Artficial Climbing. Jadi Rock Climbing yaitu suatu bentuk kegiatan dari Mounteneering yang berorientasi pada pemanjatan dengan memanfaatkan cacat batuan dan peralatan khusus atau tanpa peralatan. Selain itu, otot juga diperlukan serta tekhnik-tekhnik tertentu untuk menambah ketinggian. Sport Climbing yaitu dimana peralatan hanya sebagai pengaman dalam pelaksanaan pemanjatan. Climber tetap bergerak sendiri sambil memasang segala peralatan seperti runner, sehingga bila terjatuh climber tidak akan langsung jatuh kebawah akan tetapi bergantung. Sedangkan Artificial Climbing yaitu pemanjatan yang sepenuhnya mengandalkan peralatan untuk menambah ketinggian. Setelah diskusi meteri Rock Climbing selesai dilanjutkan dengan diskusi Isu Lingkungan yang di sampaikan oleh Mapala Surya Rimba Universitas Muhammadiyah Purworejo pada diskusi kali ini semua mengemukakan penndapatnya mengenai isu lingkungan yang terjadi di wilayah tersebut.

                                        

Dihari kedua kami melakukan perjalanan ke Tebing Putih yang berada di Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen. Disini kami praktik langsung mengenai pemanjatan Sport Climbing. Lalu bagaimana rasanya melakukan aktifitas pemanjatan langsung ke tebing? Tentunya seru dong dan jangan khawatif karena kegiatan ini diarahkan oleh seseorang yang sudah berpengalaman. Setelah semuanya mencoba. Tidak terasa kegiatan demi kegiatan telah terlaksana. Dengan berat hati kegiatan Latihan Gabungan ini selesai. Semoga dengan adanya kegiatan seperti ini mampu meningkatkan tali persaudaraan, mendapatkan ilmu yang bermanfaat, dan tentunya pengalaman yang tidak terlupakan. See you next time di Latihan Gabungan selanjutnya.

                        

 

Wednesday, 14 September 2022

Penelusuran Goa Sibodak Dalam Rangka Memperingati Milad ke-58 Tahun Universitas Muhammadiyah Purworejo

 Hallo berjumpa kembali dengan kami


    Dalam rangka memperingati Milad Ke-58 Tahun Universitas Muhammadiyah Purworejo, Unit Kegiatan Mahasiswa Mahasiswa Pencinta Alam Surya Rimba (UKM Mapala Surya Rimba) memeriahkan dengan kegiatan mengibarkan ucapan Milad Ke-58 Tahun Universitas Muhammadiyah Purworejo dan bendera Universitas Muhammadiyah Purworejo dan Mapala Surya Rimba. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wadah mahasiswa putra dan putri untuk mengembangkan bakatnya dibidang kepencintaalaman.


                              

    Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin-Selasa, 12-13 September 2022. Peserta kegiatan ini adalah mahasiswa/mahasiswi Universitas Muhammadiyah Purworejo khusunya Anggota Mapala Surya Rimba yang berjumlah 6 peserta. Jumlah masing-masing 4 Anggota Putra dan 2 Anggota Putri yaitu Panji Nugraha, Adamas Hamid Amrullah, Budi Sutomo, Muhammad Zuhdan Aljundi, Lela Yustia Hijriyanti, dan Rasmini dan ditambah pendamping lapangan 2 orang putra yang merupakan anggota alumni yaitu Saeful Mujab dan Usman Aziz.



                                

    Kegiatan ini dilaksanakan di Goa Sibodak yang terletak di Dusun Katerban, Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. Goa Sibodak merupakan goa vertikal yang memiliki kedalaman sekitar 28 meter. Di dalam Goa Sibodak terdapat ruangan yang cukup luas, biasanya disebut chamber. Di goa sibodak terdapat beberapa biota, seperti kelelawar dan jangkrik.  Selain itu, di goa sibodak juga terdapat beberapa ornamen yang tidak semua orang bisa menikmati keindahan. Oleh karena itu, perlu adanya persiapan khusus untuk melakukan penelusuran Goa Sibodak seperti menggunakan teknik penelusuran gua vertikal yaitu Single Rope Technique (SRT). Pada hari pertama dilakukan persiapan alat, survey lokasi pembuatan achor dan latihan pengoperasian alat. Hari kedua yaitu pelaksanaan, sebelum penelusuran gua dilakukan doa bersama agar kegiatan berjalan dengan lancar yang dipimpin oleh Panji Nugraha selaku ketua panitia kegiatan


                                                   






    Setelah itu, adanya pembagian tim dalam kegiatan ini yaitu dengan membagi dua tim, tim pertama yaitu tim penelusur goa yang berjumlah 4 orang dan tim kedua yaitu tim rescue yang berjumlah 4 orang juga. Tim penelusur membuat 2 riging/lintasan, 1 untuk lintasan utama, 1 untuk lintasan dokumentasi menggunakan handycam. Tim rescue juga membantu dokumentasi menggunakan drone. Selesai penelusuran Goa Sibodak kami melakukan perawatan alat agar kondisi alat tetap aman untuk digunakan di kegiatan berikutnya.


 
Penasaran keseruan kami dalam kegiatan ini. Jangan lupa kunjungi youtube kami  
https://youtu.be/KlihVeieIo4


Sunday, 24 January 2021

Basic Training Mapala Surya Rimba Angkatan XXII "Buang Perbedaan, Satukan Kebersamaan, Kuatkan Persaudaraan"

    MAPALA SURYA RIMBA belum lama ini telah menyelenggarakan sebuah agenda tahunan yaitu kegiatan basic training angkatan ke-22 tahun 2021. Kegiatan terselenggara selama tiga hari yaitu pada tanggal 15-17 Januari (Jumat-Minggu) di lokasi area goa Seplawan. Kegiatan berhasil terselenggara setelah sebelumnya mengalami beberapa kendala. Mulai dari masalah birokrasi, masalah tempat, dan beberapa kendala lainnya. Namun pada akhirnya kegiatan dapat terselenggara dengan baik dan lancar. 

Pesrta basic training Mapala Surya Rimba angkatan XXII

  Peserta basic training berjumlah 16 anak,  dengan jumlah masing masing 10 anggota putri dan 6 anggota putra. Jumlah ini terkurasi melalui beberapa rangkaian seleksi yang diadaka. Mulai dari technical meeting, training center yang diadakan seminggu sebanyak tiga kali, materi ruang empat divisi, dan beberapa seleksi turut dijalani sebelum mereka mengikuti kegiatan basic training.

Pembina Mapala Surya Rimba (bpk. Hermawan, M.Pd. I) sedang memberkan materi dan arahaan kepada peserta basic training

 Kegiatan diawali dengan acara pembukaan yang dihadiri langsung oleh pembina mapasuri  bpk.Hermawan, M.Pd. I beliau memberikan pesan kepada peserta bahwa kita tetap harus beraktifitas walaupun di tengah pandemi dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ada, dan juga beliau menekankan untuk tetap menjalankan ibadah pada saat kegiatan berlangsung. Kemudian dilanjutkan materi keorganisasian yang diisi oleh saudara Usman Azis dan Adamas Hamid A selaku ketua umum Mapasuri.

Peserta sedang mengaplikasikan materi pembuatan api

Prosesi pelantikan peserta basic training Mapala Surya Rimba

    Kemudian setelah pembukanan selesai dilanjutkan dengan pemberangkatan peserta menuju lokasi kegiatan, setelah sampai dilokasi peserta langsung mengikuti kegiatan sampai tanggal 17 Januari. Di hari terakhir kegiatan ditutup dengan pelantikan peserta basic training menjadi anggota muda Mapala Surya Rimba, dan juga dilanjut dengan sesi foto bersama.

    "melalui kegiatan basic training tersebut saya berharap semoga seluruh peserta bisa mengambil pelajaran positif yang ada, dan semoga hal tersebut bisa menjadi bekal untuk menjadikan kita manusia yang lebih baik."_written

 


     

Saturday, 26 December 2020

Cerita Perjalanan : Latihan Navigasi, Sar, dan PPGD di Gunung Sumbing. (part 2)

    jreng..jreng.. balik lagi ni bareng aku di cerita perjalanan

    Setelah sebelumnya menunggu beberapa hari lalu, akhirnya aku balik lagi ni buat lanjutin ceritaku saat kagiatan di gunung sumbing. Di part dua ini aku akan bercerita mulai dari proses pemberangkatan kita sampai kegiatan di gunung sumbing. Penasaran dengan ceritanya?. simak langsung 

Jumat 4 Desember 2020

    Keesokan harinya aku bangun dari tidurku yang sebenarnya aku merasa tidak begitu nyenyak sama sekali dalam tidur semalam. Ya,, dikarenakan aku mempersiapkan kebutuhan alat-alat untuk kegiatan, aku tidur sekitar pukul setengah dua belas malam untuk mempersiapkan alat demi kelancaran kegiatan di hari esok. karena malamnya aku tidur terlalu larut alhasil bangunpun jadi kesiangan, aku bangun pukul setengah sembilan siang. Walaupun aku bangun sudah kesiangan, aku rasa kurang lengkap dong kalo bangun tidur belum ngopii, akhirnya aku putuskan untuk meminun secangkir kopi panas terlebih dahulu sambil ngobrol-ngobrol santay hhe. Gara-gara aku terlalu menikmati kopi dan terlarut didalam obrolan yang begitu asik, tanpa sadar waktu sudah menunjukan setengah dua belas siang dan suara adzan dari masjid-masjid pun mulai bersautan, aku lantas langsung mandi dan bergegas menuju masjid untuk menunaikan sholat jum'at. 

    Selepas sholat jumat selesai, aku dan teman-teman berkumpul di rumah salah seorang senior, di sana kita melakukan final checking atau pengecekan alat untuk terakhir kalinya sebelum kita berangkat menuju basecamp sumbing, hal ini kita lakukan untuk meminimalisir peralatan agar tidak ada yang tertinggal, penting ni buat temen-temen yang akan mengadakan pendakian agar selalu mengecak barang bawaan. Setelah pemeriksaan barang dan setelah semua tertata dengan baik di dalam carrier, kemudian kita bersiap menuju kampus plaosan untuk mengadakan apel dan pelepasan sebelum pemberangkatan dimulai. Setelah semua bersiap di kampus plaosan, apelpun dimulai dan apel berjalan dengan lancar.

    Setelah apel selesai dilaksanakan, kami kemudian menata carrier dan barang bawaan lainnya di atas motor. Setelah semua siap dengan motornya masing-masing kemudian kami berangkat menuju basecamp sumbing, kami berangkat pukul 15.15 WIB dari kampus menuju basecamp. Saat di perjalanan kami sempat beberapa kali saling tertinggal satu sama lain, dan sesekali kami berhenti sejenak untuk menunggu teman yang tertinggal dari rombogan. Saat sudah sampai di daerah butuh, tiba tiba hujan turun tanpa diduga-duga, kamipun memilih untuk menepi di teras rumah warga dan memakai mantol, ketika kami sudah selesai memakai mantol dan bersiap akan melanjutka perjalanan justru hujan menjadi reda. "ahh sudalah.. sudah kepalang tanggung," akhirnya kami tetap melanjutkan perjalanan ke basecamp dengan tetap memakai mantol. Satu jam lebih perjalanan tak terasa, karena di perjalanan kami sembari menikmati pemandangan perkebunan dan pemandangan khas pegunungan lainnya yang begitu indah. 

    Pukul 16.27 akhirnya kami sampi dibasecamp sumbing via kaliangkrik butuh. Setelah sampai kita istirahat sejenak dan merapihkan barang" bawaan di dalam basecamp, setelah beristirahat melepaskan lelah, teman-teman kamudian melakukan sosbud ke warga setempat,, dan tau aku ngapain..? jaga alat di basecamp:v hadehh.. Sembari aku menjaga alat, aku menceklis alat alat yang dibawa. Sore pukul kami 17.45 istirahat dan makan malam, pukul 19.02 kami lanjut review materi untuk kegiatan besok. 

    Disela sela review materi berlangsung kami mengurus registrasi terlebih dahulu dan juga mengelis semua lagistik yang kita bawa. Hal ini penting sobb,, cara ini dilakukan agar semua kemasan makanan yang dibawa naik oleh para pendaki dapat dibawa turun sejumlah yang mereka list dan mereka bawa saat mereka naik, terutama kemasan dan sampah plastik lo yha. Tapi tak jarang lo sob, pendaki yang terkena hukuman akibat mereka lalai dan meninggalkan sampahnya saat pendakian. Mereka yang melanggar aturan akan dikenai hukuman soob, mulai dari push up, denda uang, sampai mereka disuruh naik keatas lagi dan mengambil sampah yang mereka telah tinggalkan. Intinya sih hal ini dilakuin semata-mata agar temen-temen pendaki itu sadar, bahwa saat mendaki gunung kita juga harus menjaga kebersihan dan kelestarian alam, agar kita tidak semena-mena merusak dan mengotori alam dengan kita meninggalkan sampah saat melakukan pendakian. Setelah selesai melakukan registrasi, malam itu ditutup dengan breefing untuk kegiatan besok pagi, setelah itu kita istirahat dan tidur.

Sabtu 5 Desember 2020

    Pagi-pagi sekali aku dan teman-teman bangun pukul empat dini hari. Disaat teman-teman dari rombongan lain masih terlelap tidur kita harus sudah memulai aktifitas. Ya,, hari itu memang basecamp penuh dengan para pendaki yang akan naik dan mereka menginap terlebih dahulu di basecamp. Setelah bangun kami langsung membagi tugas, ada yang memasak untuk sarapan, ada yang ceklist alat, dan ada yang packing carrier. Kemudian kami semua melakukan TC untuk meregangkan otot sebelum memulai pendakian, setelah itu kami langsung sarapan dan beriap untuk berangkat mendaki. Pada pukul 06.10 kami melakukan resection di depan basecamp. Setelah melakukan resection dan menemukan titik koordinat, kami melanjutkan dengan memulai tracking menuju pos 1.

    Pukul 07.20 kami memulai perjalanan dari basecamp menuju pos 1. Kami berjalan dengan formasi baris satu-satu dengan aku beada di barisan paling depan, beru  saja berjalan beberapa menit dari basecamp dan gapura selamat jalan masih jelas terlihat salah satu teman kami meminta berhenti, akhirnya kami memutuskan untuk berhenti dan beristirahat, "jalan.. berhenti.. jalan.. berhenti.." sepanjang perjalanan terus seperti itu, sesekali kami berhenti untuk istirahat dan minum atau mungkin untuk hanya sekedar menghela nafas. Di tengah tengah perjalanan dari basecamp menuju pos 1, teman kami ada yang tiba tiba berhenti dan muntah-muntah, akhirnya kami memutuskan untuk istirahat kembali, kami memberi dia minuman hangat dan sedikit roti untuk menggajal perut. Setelah istirahat dirasa cukup dan terlihat temanku juga sudah terlihat pulih, kami melanjutkan perjalanan menuju pos satu yang tinggal sebentar lagi sampai.

    Setelah kami sampai di pos satu, kami langsung mengeluarkan peralatan navigasi dan memulai mengamati keadaan sekitar sebelum memulai recection, setelah peralatan semau siap kemudian kami melakukan ormed dan melakukan recection untuk mencari titik kotdinat tempat kita berada dan sekaligus sebagai titit awal kita berangkat untuk melakukan potong kompas. Setelah hampir satu jam  kita membidik kompas dan menghitung titik koordinat akhirnya kita menemukan titik kordinat tempat kami berada, setelah itu kami pun bisa bersiap siap untuk memulai potong kompas. Masalah timbul ketika jalur yang seharusnya kita lewati untuk potong kompas itu adalah lahan perkebunan warga, alhasil kami pun memutuskan untuk berjalan memutar dari jalur yang seharusnya. jika digambarkan kami berjalan memutar seperti halnya berjalan disisi lain garis miring sebuah segitiga siku-siku.


    Waktu menunjukan pukul sebelas lebih lima puluh tiga, akhirnya kita sampai di titik perputaran yang kita tuju, disini kami berhenti untuk istirahat juga sekaligus untuk sholat dan makan. Setelah istirrahat cukup lama, kami bersiap untuk melanjutkan aplikasi potong kompas, kami bersiap dengan tugas dan posisi masing. Dalam aplikasi potong kompas ini ada yang bertugas menjadi leader, shoter, pointer, rollman, logistik dan p3k masing masing dari tugas ini nantinya akan di roling secara bergantian. Kami mulai berjalan dari stasiun 0-1,1-2,2-3,... dan seterusnya, selama perjalanan kami sembari mengamati flora-flora dan fauna yang ada di sana banyak flora khas gunung yang kami jumpai mulai dari cemara gunung, pohon rasbery, dan lain lain. Floura disana juga cukup beragam mulai dari laba-laba, lebah sampai burung kerap kali kita jumpai di sepanjang perjalanan. Medan yang kami lalui hampir seluruhnya tanah berundak tapi tidak terlalu begitu curam. 

    Setelah cukup lama kita berjalan melakukan potong kompas dan setelah beberapa kali melakukan roling pergantian tugas, kami menjumpai lembah yg cukup dalam yang berada diantara stasiun 14-15. Demi keamanan kamipun memasang webbing yang kita kaitkan ke pohon cemara kemudian kami turun satu persatu menggunakan bantuan wabbing tersebut. Hal barusan tidak terlalu menjadi hambatan bagi kami, setelah melawati lembah tersebut kami langsung melanjutkan potong kompas kembali. kami melakukan potong kompas sampai stasiun 19, hanya berjarak beberapa ratus meter dari pos dua kami pun melanjutkan berjalan melalui jalur pendakian normal. 

    Setelah berjalan selama kurang lebih 35 menit kami pun sampai di pos dua. Keadaan di pos dua lumayan luas cukup untuk mendirikan empat sampai lima tenda dengan kondisi lahan yang memang  sengaja di buat datar untuk berkemah. sesampainya di pos dua kami istirahat sejenak, setelahnya kami langsung membagi tugas, dua orang mengambil air, tiga orang memasak dan sisanya mendirikan tenda sekaligus memasukan barang-barang bawaan kedalam tenda. Sayup-sayup suara adzan maghrib lirih terdengar, kami yang awalnya memasak diluar langsung bergegas memasukan alat alat masak kedalam tenda dan kemudian melanjutkan masak. Belum lama setelah kami selesai memasak hujan rintik-rintik mulai turun membasahi tanah dan pepohonan yang ada. Sembari menunggu hujan reda kami istirahat didalam tenda, mungkin karena badan sudah terlalu lelah sampai sampai kamipun tertidur. Pukul 17.50 hujan tak lagi turun dan mulai mereda, kami langsung menyantap makanan yang sebelumnya sudah kita masak, kemudian dilanjutkan review materi dan breafing. Pukul 21.30 breafing selesai kami pun istirahat dan tidur di tenda masing-masing. 

    Baru saja beberapa menit mata terpejam,terdengar suara gaduh diluar tenda. Alat-alat masak yang kami letakan diluar tenda secara tiba-tiba berbunyi, kami sudah panik mengira bahwa itu babi hutan karena kebetulan nugget yang kami bawa terletak di luar tenda. Setelah beberapa saat salah satu dari kami mengecek, ternyata itu bukan babi hutan, melainkan tikus yang mengais makanan sisa. Setelah itu karena kami merasa lelah kami memutuskan untuk melanjutkan tidur.

Wednesday, 16 December 2020

Cerita Perjalanan : Latihan Navigasi,SAR, dan PPGD di Gunung Sumbing. (Part 1)

Haii sobat alam,, 

        Sebelumnya kenalin nih, namaku Mardhi aku seorang mahasiswa peternakan semester 3. Aku tergabung di dalam UKM Mapasuri, yang saat ini aku dan teman-temanku akan mengadakan kegiatan pendakian. Tapii, ini bukan pendakian biasa lhoo tentunya,, kali ini kita akan mengaplikasikan beberapa materi yang kita dapat di mapala. Kita akan mengaplikasikan materi Navigasi yaitu potong kompas, SAR (serch and rescue), dan juga PPGD (Penanganan Pertama Gawat Darurat). Sebelum aku lanjutin ceritanya pastiin kalian simak baik-baik yhaa, karna akan ada banyak hal menarik dan bermanfaat yang bisa kalian dapet di ceritaku ini.. stayy tune.. 

        Okeyy,, aku mulai ceritaku ini dari h-1 pemberangkatan yaa. Dikarenakan aku di dalam tim ini sebagai logistic, intinya yg ngurusin semua kebutuhan alat-alat yang bakal dibutuhin mulai dari tenda, alat masak, sampai alat-alat yang bakal kita gunain nanti saat aplikasi. H-1 sebelum kegiatan aku mengelist alat–alat yang dibutuhin saat besok pendakian. aku membagi menjadi dua macem nih, pertamma alat kelompok kedua alat pribadi. sesuai yg aku jelasin sebelumnya karena disini aku sebagi logistic aku mempersiapkan segala peralatan kelompok, nah buat alat-alat pribadi aku serahin deh ke temen-temen buat mencari kebutuhan alatnya masing-masing, “gampang kann hhe”.


        Oh iya,, dikarenakan alat alat yang kita miliki terbatas, jadi untuk kebutuhan beberapa alat kami meminjam dari senior dan juga dari organisasi pecinta alam lainnya. Untuk keperluan alat kelompok seperti alat masak, gas, peta, kompas dan alat lainnya gaada masalah ni, tapi untuk tenda kita aga kesulitan mencari pinjaman kesana kemari. Akhirnya saya meminjam tenda ke salah satu senior, ke sispala bimawa dan satu lagi kita pake punya kita sendiri mapasuri, 0o iyha btw kita emang bawa 3 tenda yha, satu untuk peserta cowo, satu untuk peserta cewe, dan satu lagi untuk instruktur. 

        Setelah kita dapet semua tenda, kita cek terlebih dahulu tenda yang akan kita bawa satu persatu, pertama kita cek tenda punya mapasuri, dan.. amann.. walaupun ada beberapa freme tenda yang awalnya patah tapi bisa kita akalin lahh hhe. kemudian kita cek tenda yg kita pinjam milik senior, kita buka, kita diriin tendanya dan.. aman juga, dua tenda udah kita cek dalam keadaan normal dan keadaan baik. tinggal tenda yang terakhir nih.. kemudian kita lanjut cek, kita buka tendanya, kita cek framenya, dan.. saat kita akan memasang dan memeriksa frame, ternyata salah satu frame tenda yang kita pinjam tidak ada, yang pada akhirnya tenda yg sudah kita buka dan kita bentangkan gagal kita dirikan. Aku mencoba menghubungi orang terkait yang kita pinjam tendanya bermaksud untuk konfirmasi, ternyata benar saja, tenda yg kita pinjam sudah lama tidak dipaikai dan tidak dicek kelengkapannya. 

        
        Akhirnya kita memutuskan tidak memakai tenda yang satu ini. Karena kita sudah mencari tenda untuk pengganti tenda tadi yang tidak jadi kita pakai dan tidak menemukan pinjaman lagi, pilihan kita berakhir pada tenda single layer yang pada awalnya justru tidak akan kita bawa, . Tapi karena keadaan yaa..sudahlah. Sekedar informasi ni temen-temen, tindakan kami menggunakan tenda single layer sangant tidak patut dicontoh yaa.. Kerena tenda single layer bisa dibilang kurang recomendasi seperti tenda double layer, tenda single layer kurang mampu menahan udara dingin dari luar, pakailah tenda double layer yang mampu menahan udara dari luar dengan baik, okeyyy.. 

       Sekian dulu cerita perjalananku kali ini, ini baru part 1 ya.. Masih ada cerita-cerita menarik dan seru di part 2, nanti kita lanjut di part dua yaa.. byee

Sunday, 14 May 2017

ERATKAN TALI SILATURAHMI, MAPALA PTM SE-JATENG & DIY RAFTING DI SUNGAI BOGOWONTO

Forum Sarasehan
PURWOREJO. Mapala Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Jateng & Diy laksanakan pertemuan rutin guna mempererat tali silaturahmi dengan kegiatan Sarasehan dan Rafting di Purworejo. (13/05)

Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Perguruan Tinggi Muhammdiyah (PTM) se-Jateng & Diy yang tergabung dalam Rayon IV menyambangi Kota Purworejo khususnya Sekretariat Mapala Surya Rimba (Mapasuri) Universitas Muhammadiyah Purworejo guna bersilaturahmi dan berbagi ilmu tentang dunia kepencintalaman. Rapat Rayon adalah pertemuan rutin 3 bulan sekali yang diusung oleh anggota Mapala PTM Rayon IV yang beranggotakan 11 organisasi Mapala dari masing-masing PTM di Jateng & Diy, seperti Purworejo, Magelang, Semarang, Jogja, Kebumen, Purwokerto, Solo dan Pekalongan. Kegiatan ini berlangsung pada hari Sabtu-Minggu, 13-14 Mei 2017 dengan tema “Bersama Rayon IV Mari Kita Tingkatkan Solidaritas”.

Pada kesempatan kali ini Mapasuri Universitas Muhammadiyah Purworejo berkesempatan menjadi tuan rumah pertemuan Rayon IV dengan kegiatan Sarasehan dan Rafting di Sungai Bogowonto. Forum Sarasehan adalah forum dimana delegasi dari masing-masing Organisasi Pecinta Alam (OPA) berdiskusi membahas segala issue lingkungan yang terjadi beserta aksi nyatanya, selain itu forum sarasehan juga dipakai untuk berbagi ilmu agar menyamaratakan pengetahuan tentang dunia pecinta alam bagi masing-masing OPA. Dalam kegiatan kali ini dihadiri oleh 8 OPA, yaitu MALIMPA UMS, MAPALA UMY, MPA HIMALAYA UNIMUS, MAPALA Satria Batik Pekalongan, KANPAS Pekalongan, MAPALA SATRIA UM Purwokerto, PALASIGO STIKES MUH. Gombong, MAPALA MENTARI UM Magelang dan tuan rumah Mapasuri UM Purworejo. Setelah kegiatan sarasehan, minggu pagi (14/05) dilanjut dengan kegiatan Rafting di Sungai Bogowonto.

“Tujuan dari kegiatan Rafting ini adalah untuk berbagi pengetahuan, share pengalaman dan juga memperkenalkan potensi sungai untuk melaksanakan kegiatan olah raga arung jeram kepada masyarakat di luar Kota Purworejo khususnya MAPALA” ujar Selvie Isna Rojikin, selaku Ketua Umum Mapasuri.

Kegiatan secara keseluruhan berjalan dengan lancar meskipun pada saat Rafting sedikit mendapat kendala karena debit air Sungai Bogowonto kurang bagus karena beberapa hari terakhir Purworejo tidak di guyur hujan. (Usman)

Rafting di Sungai Bogowonto


#Akun media sosial resmi MAPASURI
facebook  : Mapasuri UM Purworejo
fans page : Mapasuri
twitter      : @mapasuri
instagram: @mapalasuryarimba_
email       : mapala_surya_rimba@yahoo.com
youtube   : Mapala Surya Rimba
blog      : mapasuriumpwr.blogspot.co.id

...