Showing posts with label Eksplore. Show all posts
Showing posts with label Eksplore. Show all posts

Wednesday, 14 September 2022

Penelusuran Goa Sibodak Dalam Rangka Memperingati Milad ke-58 Tahun Universitas Muhammadiyah Purworejo

 Hallo berjumpa kembali dengan kami


    Dalam rangka memperingati Milad Ke-58 Tahun Universitas Muhammadiyah Purworejo, Unit Kegiatan Mahasiswa Mahasiswa Pencinta Alam Surya Rimba (UKM Mapala Surya Rimba) memeriahkan dengan kegiatan mengibarkan ucapan Milad Ke-58 Tahun Universitas Muhammadiyah Purworejo dan bendera Universitas Muhammadiyah Purworejo dan Mapala Surya Rimba. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wadah mahasiswa putra dan putri untuk mengembangkan bakatnya dibidang kepencintaalaman.


                              

    Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin-Selasa, 12-13 September 2022. Peserta kegiatan ini adalah mahasiswa/mahasiswi Universitas Muhammadiyah Purworejo khusunya Anggota Mapala Surya Rimba yang berjumlah 6 peserta. Jumlah masing-masing 4 Anggota Putra dan 2 Anggota Putri yaitu Panji Nugraha, Adamas Hamid Amrullah, Budi Sutomo, Muhammad Zuhdan Aljundi, Lela Yustia Hijriyanti, dan Rasmini dan ditambah pendamping lapangan 2 orang putra yang merupakan anggota alumni yaitu Saeful Mujab dan Usman Aziz.



                                

    Kegiatan ini dilaksanakan di Goa Sibodak yang terletak di Dusun Katerban, Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. Goa Sibodak merupakan goa vertikal yang memiliki kedalaman sekitar 28 meter. Di dalam Goa Sibodak terdapat ruangan yang cukup luas, biasanya disebut chamber. Di goa sibodak terdapat beberapa biota, seperti kelelawar dan jangkrik.  Selain itu, di goa sibodak juga terdapat beberapa ornamen yang tidak semua orang bisa menikmati keindahan. Oleh karena itu, perlu adanya persiapan khusus untuk melakukan penelusuran Goa Sibodak seperti menggunakan teknik penelusuran gua vertikal yaitu Single Rope Technique (SRT). Pada hari pertama dilakukan persiapan alat, survey lokasi pembuatan achor dan latihan pengoperasian alat. Hari kedua yaitu pelaksanaan, sebelum penelusuran gua dilakukan doa bersama agar kegiatan berjalan dengan lancar yang dipimpin oleh Panji Nugraha selaku ketua panitia kegiatan


                                                   






    Setelah itu, adanya pembagian tim dalam kegiatan ini yaitu dengan membagi dua tim, tim pertama yaitu tim penelusur goa yang berjumlah 4 orang dan tim kedua yaitu tim rescue yang berjumlah 4 orang juga. Tim penelusur membuat 2 riging/lintasan, 1 untuk lintasan utama, 1 untuk lintasan dokumentasi menggunakan handycam. Tim rescue juga membantu dokumentasi menggunakan drone. Selesai penelusuran Goa Sibodak kami melakukan perawatan alat agar kondisi alat tetap aman untuk digunakan di kegiatan berikutnya.


 
Penasaran keseruan kami dalam kegiatan ini. Jangan lupa kunjungi youtube kami  
https://youtu.be/KlihVeieIo4


Tuesday, 8 December 2020

CERITA PERJALANAN : PEMETAAN DAN EXPLORE GOA SIBODAK DAN GOA SEMAR


    Assalamualaikum,, sebelumnya perkenalkan namaku Dhea Wahyu Yulia Putri aku mahasiswa program studi Bahasa Indonesia semester tiga, yang kebetulan aku bergabung di UKM MAPASURI.

   Kali ini aku akan membagikan kisahku dan teman-teman mengikuti salah satu kegiatan di Mapala yaitu kegiatan susur goa. Pada tanggal 20 November 2020 aku dan teman teman berangkat menuju basecamp. Kali ini kami akan memasuki goa Sibodak dan goa Semar yang berlokasi di Desa Donorejo Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. Setelah perjalanan 40 menit, kami sampai di basecamp dan langsung membereskan peralatan dan bersiap-siap untuk pelaksanaan besok pagi, setelah itu melanjutkan review materi dan kemudian kamipun beristirahat, karena cukup excited aku kesulitan tidur karena membayangkan bagaimana besok ketika aku masuk kedalam goa.

Proses saat menuruni goa sibodak

     Memasuki hari pelaksanaan tanggal 21 November aku bangun pukul lima pagi, setelah itu lanjut TC dan juga sarapan. Pagi itu aku sangat bersemangat kerena di hari pertama akan masuk ke goa sibodak terlebih dahulu. Sekitar jam 8 kami berangkat menuju lokasi dengan berjalan kaki dan sampai di lokasi pukul 08:15. Setelah sampai di lokasi rasa semangat dan excited tiba-tiba meredup, rasa itu berubah menjadi rasa gelisah gundah membuat jantung tak berirama. Ternyata kedalaman goa tersebut sekitar 25m dan itu vertikal. Setelah peralatan dipasang aku menunggu giliran untuk masuk kedalam goa, tanpa disadari setelah menunggu cukup lama tiba giliranku. Saat memakai set SRT aku belum merasa takut, tapi saat sudah berada di mulut goa rasa takut itu bertambah menjadi 100x lipat lebih besar, apa lagi saat akan melepas kuncian. Untuk mengatasi rasa takut, aku mencoba meyakinkan diri agar cepat segera turun dengan berbisik di dalam hati, " ayoo.. bisaa dibawah nanti bertemu jodoh". Akhirnya setelah beberapa menit aku sampai di dalam goa, selanjutnya aku dan teman-teman melanjutkan latihan pemetaan goa. Suasana di dalam goa gelap, berlumpur, banyak terdapat kelelawar, ada beberapa hewan, dan juga terdapat beberapa fosil. Disana juga terdapat banyak ornamen yang menakjubkan. 

    Setelah selesai pemetaan aku dan teman-teman bergegas untuk naik kembali karena keadaan hujan dan sudah sore. Saat tiba giliranku naik, aku bergegas untuk memasang alat dan naik ke atas, ketika sudah di tengah lintasan aku merasa cukup lelah dan memotivasi diri "ayo bisa.. cepat naik.. diatas ada jodoh dan ayam geprek..". Setelah berhenti beberapa menit aku lalu melanjutkan naik keatas. Saat akan memegang ujung tali aku kesulitan untuk naik dan memasang pengaman tapi dengan sekuat tega akhirnya berhasil dan bisa naik dengan selamat. Setelah semua naik aku dan teman-teman membersihkan alat dan bergegas menuju basecamp. Sampai di basecamp sekitar 18:10 keadaan disana hujan deras, ada yang membersihkan alat dan ada yang memasak untuk makan malam. Jam 19.30 malam dan dilanjutkan briefing, setelah itu aku dan teman-teman istirahat.

Moment saat akAn memasuki goa sibodak  
    

 Hari kedua pelaksanaan tanggal 22 November 2020 diakibatkan kelelahan dan udara yang cukup dingin aku bangun terlambat pukul 05.30, namun tidak hanya aku tapi hampir semua kesiangan termasuk korlap yang biasanya setiap pagi membangunkan peserta dengan suara merdunya hingga kami mampu terbangun dari indahnya mimpi. Seperti biasa di pagi hari diawali dengan TC  dan sarapan selanjutnya kita berdoa sebelum berangkat ke lokasi. Kali ini aku akan memasuki goa Semar yang terletak di Desa Tlogoguo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. Aku dan teman-teman berangkat kesana menggunakan sepeda motor karena lokasi cukup jauh sekitar 15 menit dari basecamp. Setelah dilokasi kami langsung mempersiapkan peralatan dan siap-siap untuk masuk. Saat itu di hari pertama dan kedua aku menjadi pointer, aku yang berada di depan saat pemetaan berlangsung. Lokasi didalam goa semar berair, gelap, terdapat kelelawar dan hewan kecil lainnya. Sama seperti goa lainnya goa semar memiliki banyak ornamen yang menakjubkan dan indah. Saat pemetaan berlangsung terdapat chamber yang mengharuskan aku sebagai pointer masuk kedalam hingga ujung untuk memaksimalkan hasil pengukuran. Saat itu aku berfikir chamber itu tidak dalam, namun setelah dipasang peralatan agar aku aman aku masuk kedalam chamber dan tanpa disangka kedalaman air tersebut hampir sebahu. Ketakutan mulai muncul, hati mulai tak tenang, dan aku mulai membayangkan "bagaimana jika ada buaya di dalam air?, bagaimana jika ada ular masuk kedalam bajuku?, bagaimana jika ada kalajengking masuk sepatu bootku?", dan bayangan tentang hewan hewan menakutkan lainnya. ditambah teman teman yang bertugas sebagai shooter sempat mengalami kendala karena leser meter eror  sehingga membuatku semakin lama berdiam didalam chamber. Setelah pemetaan selesai kami keluar dan bergeges menuju basecamp sekitar pukul 14.30. Sampai di basecamp kami membersihkan alat dan selanjutnya kembali ke kampus. 

    Demikian sedikit cerita pengalamanku saat masuk kedalam goa vertikal dan goa horizontal. Semoga dilain waktu dapat berkesempatan mengunjungi dan memasuki goa-goa lainnya. Sekian dan terimakasih telah membaca





Wednesday, 17 January 2018

LOKASI GUA SEPLAWAN KABUPATEN PURWOREJO

Lokasi Goa Seplawan Purworejo



Goa seplawan terletak di pegunungan Menoreh yang membentang dari Kecamatan Bagelen Purworrejo hingga Kabupaten Magelang. Goa seplawan masuk wilayah Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo Jawa Tengah dan di sebelah timur berbatasan langsung dengan kabupaten Kulonprogo Yogyakarta.

...

Tuesday, 16 January 2018

EKSPLORASI GUA SEMAR & FOTOGRAFI GUA SEMAR KALIGESING PURWOREJO||| EXPLORING & CAVE PHOTOGRAPHY HD

(VIDEO) EKSPLORASI GUA SEMAR & FOTOGRAFI GUA SEMAR KALIGESING PURWOREJO||| EXPLORING & CAVE PHOTOGRAPHY 

Anggota Mapala Surya Rimba melakukan aktivitas penelusuran gua di gua Semar Kecamatan Kaligesing Kabupatn Purworejo. Sebagai salah satu aktivitas rang rutin dilakukan oleh mapasuri penelusuran gua tidak hanya sebatas eksplorasi saja, akan tetapi ada pendalaman ilmu speleologi yang dilakukan.

Kali ini Mapala Surya Rimba melakukan eksplorasi dan latihan fotografi dalam goa, sebagai salah satu cabang ilmu di divisi caving, fotografi dalam goa memiliki teknik yang berbeda dari fotografi alam bebas maupun foto biasa. Pengaturan pencahayaan yang bagus menjadi salah satu syarat hasil "jepretan" yang bagus. 


"Kami tidak hanya belajar di atas meja dan dengan buku
                   tapi kami belajar di alam dan dengan segala ciptaanNya"





#Akun media sosial resmi MAPASURI
facebook  : Mapasuri UM Purworejo
fans page : Mapasuri
twitter      : @mapasuri
instagram: @mapalasuryarimba_
email       : mapala_surya_rimba@yahoo.com
youtube   : Mapala Surya Rimba
blog      : mapasuriumpwr.blogspot.co.id
...

Sunday, 14 May 2017

ERATKAN TALI SILATURAHMI, MAPALA PTM SE-JATENG & DIY RAFTING DI SUNGAI BOGOWONTO

Forum Sarasehan
PURWOREJO. Mapala Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Jateng & Diy laksanakan pertemuan rutin guna mempererat tali silaturahmi dengan kegiatan Sarasehan dan Rafting di Purworejo. (13/05)

Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Perguruan Tinggi Muhammdiyah (PTM) se-Jateng & Diy yang tergabung dalam Rayon IV menyambangi Kota Purworejo khususnya Sekretariat Mapala Surya Rimba (Mapasuri) Universitas Muhammadiyah Purworejo guna bersilaturahmi dan berbagi ilmu tentang dunia kepencintalaman. Rapat Rayon adalah pertemuan rutin 3 bulan sekali yang diusung oleh anggota Mapala PTM Rayon IV yang beranggotakan 11 organisasi Mapala dari masing-masing PTM di Jateng & Diy, seperti Purworejo, Magelang, Semarang, Jogja, Kebumen, Purwokerto, Solo dan Pekalongan. Kegiatan ini berlangsung pada hari Sabtu-Minggu, 13-14 Mei 2017 dengan tema “Bersama Rayon IV Mari Kita Tingkatkan Solidaritas”.

Pada kesempatan kali ini Mapasuri Universitas Muhammadiyah Purworejo berkesempatan menjadi tuan rumah pertemuan Rayon IV dengan kegiatan Sarasehan dan Rafting di Sungai Bogowonto. Forum Sarasehan adalah forum dimana delegasi dari masing-masing Organisasi Pecinta Alam (OPA) berdiskusi membahas segala issue lingkungan yang terjadi beserta aksi nyatanya, selain itu forum sarasehan juga dipakai untuk berbagi ilmu agar menyamaratakan pengetahuan tentang dunia pecinta alam bagi masing-masing OPA. Dalam kegiatan kali ini dihadiri oleh 8 OPA, yaitu MALIMPA UMS, MAPALA UMY, MPA HIMALAYA UNIMUS, MAPALA Satria Batik Pekalongan, KANPAS Pekalongan, MAPALA SATRIA UM Purwokerto, PALASIGO STIKES MUH. Gombong, MAPALA MENTARI UM Magelang dan tuan rumah Mapasuri UM Purworejo. Setelah kegiatan sarasehan, minggu pagi (14/05) dilanjut dengan kegiatan Rafting di Sungai Bogowonto.

“Tujuan dari kegiatan Rafting ini adalah untuk berbagi pengetahuan, share pengalaman dan juga memperkenalkan potensi sungai untuk melaksanakan kegiatan olah raga arung jeram kepada masyarakat di luar Kota Purworejo khususnya MAPALA” ujar Selvie Isna Rojikin, selaku Ketua Umum Mapasuri.

Kegiatan secara keseluruhan berjalan dengan lancar meskipun pada saat Rafting sedikit mendapat kendala karena debit air Sungai Bogowonto kurang bagus karena beberapa hari terakhir Purworejo tidak di guyur hujan. (Usman)

Rafting di Sungai Bogowonto


#Akun media sosial resmi MAPASURI
facebook  : Mapasuri UM Purworejo
fans page : Mapasuri
twitter      : @mapasuri
instagram: @mapalasuryarimba_
email       : mapala_surya_rimba@yahoo.com
youtube   : Mapala Surya Rimba
blog      : mapasuriumpwr.blogspot.co.id

...

Tuesday, 14 February 2017

CERITA PERJALANAN: MENGUPAS EKSOTISME TEBING WATU TEDENG


Alhamdulillahirobbil‘alamin, akhirnya team Mapasuri kembali melakukan pemanjatan di Tebing. Kali ini kami mencoba memanjat di tebing Watu Tedeng. 
 
Watu tedeng merupakan nama sebuah tebing yang terletak di area wisata Dieng Desa Jojogan Kec. Kejajar Kab. Wonosobo Jawa Tengah. Untuk mencapai lokasi tersebut dari Pintu masuk Dieng menuju arah telaga warna masuk ke arah dieng theater mengikuti jalan satu arah sampai menemukan tebing yang menjulang diantara lahan-lahan penduduk.

Kami berangkat pukul 7.10 dari basecamp Mapasuri UM Purworejo dengan beranggotakan 4 orang, kendaraan bermotor roda dua, membutuhkan waktu perjalanan sekitar 4 jam untuk sampai di lokasi Tebing. Awalnya kami belum tahu dimana letak pasti tebing tersebut karena ini baru pertama kalianya team Mapasuri menjajaki tebing tersebut. Setelah mendapatkan informasi dan petunjuk jalan yang terpasang kami pun mengikuti petunjuk tersebut. Dari informasi yang kami dapat dari penjaga loket masuk Dieng mengikuti jalur menuju telaga warna lalu parkir di lokasi Dieng Plateu Theater, kemudian dilanjut dengan jalan sekitar 15 menit. Lalu kami lanjutkan perjalanan sesuai petunjuk, tetapi setelah sampai di dieng plateu theater kami menanyakan kembali dimana lokasi Watu Tedeng, sesuai petunjuk yang kedua dari penjaga parkir Dieng Plateu Theater kita diminta lurus mengikuti jalan yang satu arah tersebut dengan kendaraan bermotor tanpa harus jalan kaki. Akhirnyaaaah  sesuai petunjuk kami pun tersenyum puas mendapati tebing yang menjulang di atas bukit di tengah-tengah lahan penduduk dengan pemandangan bukit-bukit dan pegunungan yang menambah kesan mengagumkan saat mejajaki tempat tersebut.

Tidak sabar kami bergegas memakirkan kendaraan di sekitar lahan warga dekat jalan, karena memang di sekitar tidak ada area khusus parkir. Lalu dilanjut dengan berjalan kaki menyusuri lahan penduduk dengan jalan yang kecil serasa sedang mendaki gunung :D 

Watu Tedeng yang dipakai untuk pemanjatan terbagi menjadi 2 bagian, masih satu lokasi dan berdekatan. Tetapi untuk mencapai tebing satunya jalannya awalnya searah kemudian jalannya terpisah. Kami menuju tebing satunya yang terdapat gua, Tebing tersebut memiliki 3 jalur. Sewaktu akan memanjat, ternyata tebing tersebut sedang vakum dan letaknya persis di lahan penduduk yang akan akan ditanami akhirnya kami pindah ketebing satunya yang cukup lebar dan memiliki banyak jalur. 

Setelah sampai, kami pun dibuat takjub dengan kondisi tebing. Mungkin karena struktur batuannya juga kali ya yang terbentuk dari batuan andesit yang memiliki sedikit rongga dan kebanyakan tebingnya blank. Tetapi terdapat rekahan memanjang yang bisa digunakan untuk memanjat. Setelah ormed cukup lama kami pun memilih jalur yang dirasa mudah. Kami memilih jalur nomor 3 untuk dipanjat.


Kami pun menyiapkan peralatan panjat yang akan dipakai. Setelah siap, waktunya memanjat. Ternyata wow, yang tadinya kami pikir mudah tetapi yaa lumayan sulit. :D Ditambah jalurnya yang lumayan basah yang membuat tidak yakin untuk menambah ketinggian. Kurang 2 runner lagi tapi sudah saya urungkan untuk berganti jalur, seperti yang sudah dikatakan karena basar dan saya tidak yakin. Saya pun turun sambil cleaning jalur.

Beberapa kali mencoba naik dan mencoba jalur 3, tetapi belum ada yang top. Jalur yang kami coba kebanyakan juga basah karena memang ada tetesan air dari atas, ya mungkin salah satu kendala sehingga sulit untuk mencapai top dan juga lagi lagi perlu menambah kekuatan otot. :D
Sampai tidak terasa suara adzan sudah menggema, kami mengakhiri pemanjatan kita kali ini. Kami pun berkemas-kemas untuk segera pulang agar tidak kemalamam sampai basecamp. (NA)











#Akun media sosial resmi MAPASURI
facebook  : Mapasuri UM Purworejo
fans page : Mapasuri
twitter      : @mapasuri
instagram: @mapalasuryarimba_
email       : mapala_surya_rimba@yahoo.com
youtube   : Mapala Surya Rimba
...

Monday, 6 February 2017

CERITA PERJALANAN: PANJAT TEBING DI TEBING SAMIGALUH PART 2


Kembali menceritakan pengalaman pemanjatan di tebing Samigaluh yang ke 2 kalinya. Yang sebelumnya sudah ditulis tahun lalu.
 
Kami dari team Mapasuri kembali menjajaki Tebing Samigaluh yang sebelumnya sudah kami lakukan pada tahun 2016 lalu. Kunjungan kita kali ini kita kembali mencoba jalur tebing yang belum pernah kami coba. Ya, pada tahun lalu baru satu jalur yang kami coba, karena tahun lalu terkendala hujan.

Perjalanan kali ini berjumlah 8 personil yang seperti biasa berangkat dari rumah kita, yaitu basecamp Mapasuri tercinta. Jika tahun lalu kami berangkat lewat Desa Pendem, Kaligesing, kali ini kita berangkat melalui Banyuasin. Waktu tempuh tidak jauh berbeda seperti melalui Kaligesing, yaitu sekitar satu jam perjalanan dengan kecepatan normal. Kami berangkat hari Jumat tanggal 27 Januari 2017 lebih tepatnya malam sabtu ba’da maghrib. Rencana kami berangkat pukul 4 sore tapi terjebak hujan alhasil malam sabtuan di jalan, deh. Mungkin yang baca postingan ini heran kok berangkatnya malam-malam yaa? Emang mau langsung ke tebing gitu? Eits, kami memang sudah merencanakan  mau ngecamp di rumah warga sekitar tebing, biar paginya kita bisa langsung ke tebing dengan lebih cepat tanpa harus melakukan perjalanan selama satu jam terlebih dahulu. Tapi rencana itu kami gagalkan, karena kami beralih menginap di tempat senior, yaitu mas Mogan. Kebetulan rumah mertua mas Mogan juga di daerah Samigaluh. Ya itung-itung ngirit biaya buat menginap di sekitar tebing.

Paginya pukul 08.00 kita langsung pamit, lalu menuju ke tebing. Butuh perjalanan sekitar 15 menit dari rumah mas Mogan yang berlokasi tidak jauh dari Pasar Plono, Purwoharjo- Samigaluh . Setelah sampai lokasi kami sedikit heran karena sudah banyak kendaraan di parkiran area tebing. Ternyata sudah ada pemanjat lain yang sedang melakukan kegiatan di tebing. Karena sudah penasaran siapa dan dari mana langsung saja ke lokasi tebing. Setelah sampai sana waaaaah.. ternyata ada saudara kami dari Mapala Mentari yang sedang melakukan pendidikan lanjutan di tebing tersebut. Setelah sapa menyapa dengan saudara-saudara Mapala Mentari, lalu kami bersiap-siap untuk melakukan pemanjatan. Kami mengambil jalur yang tidak dipakai oleh Mentari. Kalau tidak salah jalur nomor 2 atau 3 dari ujung jalan.

Alat–alat dikeluarkan siap untuk dipakai, and i was ready to climb. I was beeing the first climb yang memasang runner sampai hanger ke 4. Setelah itu perlu teknik dan juga kekuatan jari untuk mencapai hanger selanjutnya. But i couldn’t do that. Selanjutnya disusul rekan-rekan yang lain. Ternyata sama seperti saya juga, mereka berhenti sampai runner keempat. Sampai anak Mentari pun ikut mencoba jalur tersebut karena saking penasarannya.


Mencoba beberapa kali sampai berganti-ganti climber, tetap belum ada yang berhasil keluar dari zona runner ke 4. Seperti yang sudah dikatakan tadi perlu teknik dan kekuatan jari untuk mencapai runner selanjutnya. Karena kondisi tebing untuk pegangan berupa slap, yaitu titik sulit jalur tersebut. Setelah melewati pegangan tersebut ada pegangan yang mudah dipegang. Tapi ya seperti yang sudah saya katakan belum ada satupun dari kami yang bisa melewati titik sulit tersebut. Sampai tak terasa kelelahan menghampiri.



Ketika  melihat jam ternyata sudah siang menunjukkan pukul 13.00 lebih, mengingat sorenya akan ada rapat. Kami pun memutuskan untuk cleaning jalur dengan cara climb down. Walaupun belum sampai top, suatu hari nanti kami akan kembali ke tebing Samigaluh lagi pastinya untuk menyelesaikan jalur, perlu menguatkan otot lagi untuk menyelesaikan jalur yang belum tuntas dan mencoba jalur lain yang belum pernah dicoba. Tapi belum tau kapan, karena masih ada agenda-agenda selanjutnya yang sudah menanti untuk diselesaikan. Tunggu saja cerita selanjutnya :) (Nailul Amani S.)









#Akun media sosial resmi MAPASURI
facebook  : Mapasuri UM Purworejo
fans page : Mapasuri
twitter      : @mapasuri
instagram: @mapalasuryarimba_
email       : mapala_surya_rimba@yahoo.com
youtube   : Mapala Surya Rimba


...