Showing posts with label Konservasi. Show all posts
Showing posts with label Konservasi. Show all posts

Sunday, 24 January 2021

Basic Training Mapala Surya Rimba Angkatan XXII "Buang Perbedaan, Satukan Kebersamaan, Kuatkan Persaudaraan"

    MAPALA SURYA RIMBA belum lama ini telah menyelenggarakan sebuah agenda tahunan yaitu kegiatan basic training angkatan ke-22 tahun 2021. Kegiatan terselenggara selama tiga hari yaitu pada tanggal 15-17 Januari (Jumat-Minggu) di lokasi area goa Seplawan. Kegiatan berhasil terselenggara setelah sebelumnya mengalami beberapa kendala. Mulai dari masalah birokrasi, masalah tempat, dan beberapa kendala lainnya. Namun pada akhirnya kegiatan dapat terselenggara dengan baik dan lancar. 

Pesrta basic training Mapala Surya Rimba angkatan XXII

  Peserta basic training berjumlah 16 anak,  dengan jumlah masing masing 10 anggota putri dan 6 anggota putra. Jumlah ini terkurasi melalui beberapa rangkaian seleksi yang diadaka. Mulai dari technical meeting, training center yang diadakan seminggu sebanyak tiga kali, materi ruang empat divisi, dan beberapa seleksi turut dijalani sebelum mereka mengikuti kegiatan basic training.

Pembina Mapala Surya Rimba (bpk. Hermawan, M.Pd. I) sedang memberkan materi dan arahaan kepada peserta basic training

 Kegiatan diawali dengan acara pembukaan yang dihadiri langsung oleh pembina mapasuri  bpk.Hermawan, M.Pd. I beliau memberikan pesan kepada peserta bahwa kita tetap harus beraktifitas walaupun di tengah pandemi dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ada, dan juga beliau menekankan untuk tetap menjalankan ibadah pada saat kegiatan berlangsung. Kemudian dilanjutkan materi keorganisasian yang diisi oleh saudara Usman Azis dan Adamas Hamid A selaku ketua umum Mapasuri.

Peserta sedang mengaplikasikan materi pembuatan api

Prosesi pelantikan peserta basic training Mapala Surya Rimba

    Kemudian setelah pembukanan selesai dilanjutkan dengan pemberangkatan peserta menuju lokasi kegiatan, setelah sampai dilokasi peserta langsung mengikuti kegiatan sampai tanggal 17 Januari. Di hari terakhir kegiatan ditutup dengan pelantikan peserta basic training menjadi anggota muda Mapala Surya Rimba, dan juga dilanjut dengan sesi foto bersama.

    "melalui kegiatan basic training tersebut saya berharap semoga seluruh peserta bisa mengambil pelajaran positif yang ada, dan semoga hal tersebut bisa menjadi bekal untuk menjadikan kita manusia yang lebih baik."_written

 


     

Saturday, 26 December 2020

Cerita Perjalanan : Latihan Navigasi, Sar, dan PPGD di Gunung Sumbing. (part 2)

    jreng..jreng.. balik lagi ni bareng aku di cerita perjalanan

    Setelah sebelumnya menunggu beberapa hari lalu, akhirnya aku balik lagi ni buat lanjutin ceritaku saat kagiatan di gunung sumbing. Di part dua ini aku akan bercerita mulai dari proses pemberangkatan kita sampai kegiatan di gunung sumbing. Penasaran dengan ceritanya?. simak langsung 

Jumat 4 Desember 2020

    Keesokan harinya aku bangun dari tidurku yang sebenarnya aku merasa tidak begitu nyenyak sama sekali dalam tidur semalam. Ya,, dikarenakan aku mempersiapkan kebutuhan alat-alat untuk kegiatan, aku tidur sekitar pukul setengah dua belas malam untuk mempersiapkan alat demi kelancaran kegiatan di hari esok. karena malamnya aku tidur terlalu larut alhasil bangunpun jadi kesiangan, aku bangun pukul setengah sembilan siang. Walaupun aku bangun sudah kesiangan, aku rasa kurang lengkap dong kalo bangun tidur belum ngopii, akhirnya aku putuskan untuk meminun secangkir kopi panas terlebih dahulu sambil ngobrol-ngobrol santay hhe. Gara-gara aku terlalu menikmati kopi dan terlarut didalam obrolan yang begitu asik, tanpa sadar waktu sudah menunjukan setengah dua belas siang dan suara adzan dari masjid-masjid pun mulai bersautan, aku lantas langsung mandi dan bergegas menuju masjid untuk menunaikan sholat jum'at. 

    Selepas sholat jumat selesai, aku dan teman-teman berkumpul di rumah salah seorang senior, di sana kita melakukan final checking atau pengecekan alat untuk terakhir kalinya sebelum kita berangkat menuju basecamp sumbing, hal ini kita lakukan untuk meminimalisir peralatan agar tidak ada yang tertinggal, penting ni buat temen-temen yang akan mengadakan pendakian agar selalu mengecak barang bawaan. Setelah pemeriksaan barang dan setelah semua tertata dengan baik di dalam carrier, kemudian kita bersiap menuju kampus plaosan untuk mengadakan apel dan pelepasan sebelum pemberangkatan dimulai. Setelah semua bersiap di kampus plaosan, apelpun dimulai dan apel berjalan dengan lancar.

    Setelah apel selesai dilaksanakan, kami kemudian menata carrier dan barang bawaan lainnya di atas motor. Setelah semua siap dengan motornya masing-masing kemudian kami berangkat menuju basecamp sumbing, kami berangkat pukul 15.15 WIB dari kampus menuju basecamp. Saat di perjalanan kami sempat beberapa kali saling tertinggal satu sama lain, dan sesekali kami berhenti sejenak untuk menunggu teman yang tertinggal dari rombogan. Saat sudah sampai di daerah butuh, tiba tiba hujan turun tanpa diduga-duga, kamipun memilih untuk menepi di teras rumah warga dan memakai mantol, ketika kami sudah selesai memakai mantol dan bersiap akan melanjutka perjalanan justru hujan menjadi reda. "ahh sudalah.. sudah kepalang tanggung," akhirnya kami tetap melanjutkan perjalanan ke basecamp dengan tetap memakai mantol. Satu jam lebih perjalanan tak terasa, karena di perjalanan kami sembari menikmati pemandangan perkebunan dan pemandangan khas pegunungan lainnya yang begitu indah. 

    Pukul 16.27 akhirnya kami sampi dibasecamp sumbing via kaliangkrik butuh. Setelah sampai kita istirahat sejenak dan merapihkan barang" bawaan di dalam basecamp, setelah beristirahat melepaskan lelah, teman-teman kamudian melakukan sosbud ke warga setempat,, dan tau aku ngapain..? jaga alat di basecamp:v hadehh.. Sembari aku menjaga alat, aku menceklis alat alat yang dibawa. Sore pukul kami 17.45 istirahat dan makan malam, pukul 19.02 kami lanjut review materi untuk kegiatan besok. 

    Disela sela review materi berlangsung kami mengurus registrasi terlebih dahulu dan juga mengelis semua lagistik yang kita bawa. Hal ini penting sobb,, cara ini dilakukan agar semua kemasan makanan yang dibawa naik oleh para pendaki dapat dibawa turun sejumlah yang mereka list dan mereka bawa saat mereka naik, terutama kemasan dan sampah plastik lo yha. Tapi tak jarang lo sob, pendaki yang terkena hukuman akibat mereka lalai dan meninggalkan sampahnya saat pendakian. Mereka yang melanggar aturan akan dikenai hukuman soob, mulai dari push up, denda uang, sampai mereka disuruh naik keatas lagi dan mengambil sampah yang mereka telah tinggalkan. Intinya sih hal ini dilakuin semata-mata agar temen-temen pendaki itu sadar, bahwa saat mendaki gunung kita juga harus menjaga kebersihan dan kelestarian alam, agar kita tidak semena-mena merusak dan mengotori alam dengan kita meninggalkan sampah saat melakukan pendakian. Setelah selesai melakukan registrasi, malam itu ditutup dengan breefing untuk kegiatan besok pagi, setelah itu kita istirahat dan tidur.

Sabtu 5 Desember 2020

    Pagi-pagi sekali aku dan teman-teman bangun pukul empat dini hari. Disaat teman-teman dari rombongan lain masih terlelap tidur kita harus sudah memulai aktifitas. Ya,, hari itu memang basecamp penuh dengan para pendaki yang akan naik dan mereka menginap terlebih dahulu di basecamp. Setelah bangun kami langsung membagi tugas, ada yang memasak untuk sarapan, ada yang ceklist alat, dan ada yang packing carrier. Kemudian kami semua melakukan TC untuk meregangkan otot sebelum memulai pendakian, setelah itu kami langsung sarapan dan beriap untuk berangkat mendaki. Pada pukul 06.10 kami melakukan resection di depan basecamp. Setelah melakukan resection dan menemukan titik koordinat, kami melanjutkan dengan memulai tracking menuju pos 1.

    Pukul 07.20 kami memulai perjalanan dari basecamp menuju pos 1. Kami berjalan dengan formasi baris satu-satu dengan aku beada di barisan paling depan, beru  saja berjalan beberapa menit dari basecamp dan gapura selamat jalan masih jelas terlihat salah satu teman kami meminta berhenti, akhirnya kami memutuskan untuk berhenti dan beristirahat, "jalan.. berhenti.. jalan.. berhenti.." sepanjang perjalanan terus seperti itu, sesekali kami berhenti untuk istirahat dan minum atau mungkin untuk hanya sekedar menghela nafas. Di tengah tengah perjalanan dari basecamp menuju pos 1, teman kami ada yang tiba tiba berhenti dan muntah-muntah, akhirnya kami memutuskan untuk istirahat kembali, kami memberi dia minuman hangat dan sedikit roti untuk menggajal perut. Setelah istirahat dirasa cukup dan terlihat temanku juga sudah terlihat pulih, kami melanjutkan perjalanan menuju pos satu yang tinggal sebentar lagi sampai.

    Setelah kami sampai di pos satu, kami langsung mengeluarkan peralatan navigasi dan memulai mengamati keadaan sekitar sebelum memulai recection, setelah peralatan semau siap kemudian kami melakukan ormed dan melakukan recection untuk mencari titik kotdinat tempat kita berada dan sekaligus sebagai titit awal kita berangkat untuk melakukan potong kompas. Setelah hampir satu jam  kita membidik kompas dan menghitung titik koordinat akhirnya kita menemukan titik kordinat tempat kami berada, setelah itu kami pun bisa bersiap siap untuk memulai potong kompas. Masalah timbul ketika jalur yang seharusnya kita lewati untuk potong kompas itu adalah lahan perkebunan warga, alhasil kami pun memutuskan untuk berjalan memutar dari jalur yang seharusnya. jika digambarkan kami berjalan memutar seperti halnya berjalan disisi lain garis miring sebuah segitiga siku-siku.


    Waktu menunjukan pukul sebelas lebih lima puluh tiga, akhirnya kita sampai di titik perputaran yang kita tuju, disini kami berhenti untuk istirahat juga sekaligus untuk sholat dan makan. Setelah istirrahat cukup lama, kami bersiap untuk melanjutkan aplikasi potong kompas, kami bersiap dengan tugas dan posisi masing. Dalam aplikasi potong kompas ini ada yang bertugas menjadi leader, shoter, pointer, rollman, logistik dan p3k masing masing dari tugas ini nantinya akan di roling secara bergantian. Kami mulai berjalan dari stasiun 0-1,1-2,2-3,... dan seterusnya, selama perjalanan kami sembari mengamati flora-flora dan fauna yang ada di sana banyak flora khas gunung yang kami jumpai mulai dari cemara gunung, pohon rasbery, dan lain lain. Floura disana juga cukup beragam mulai dari laba-laba, lebah sampai burung kerap kali kita jumpai di sepanjang perjalanan. Medan yang kami lalui hampir seluruhnya tanah berundak tapi tidak terlalu begitu curam. 

    Setelah cukup lama kita berjalan melakukan potong kompas dan setelah beberapa kali melakukan roling pergantian tugas, kami menjumpai lembah yg cukup dalam yang berada diantara stasiun 14-15. Demi keamanan kamipun memasang webbing yang kita kaitkan ke pohon cemara kemudian kami turun satu persatu menggunakan bantuan wabbing tersebut. Hal barusan tidak terlalu menjadi hambatan bagi kami, setelah melawati lembah tersebut kami langsung melanjutkan potong kompas kembali. kami melakukan potong kompas sampai stasiun 19, hanya berjarak beberapa ratus meter dari pos dua kami pun melanjutkan berjalan melalui jalur pendakian normal. 

    Setelah berjalan selama kurang lebih 35 menit kami pun sampai di pos dua. Keadaan di pos dua lumayan luas cukup untuk mendirikan empat sampai lima tenda dengan kondisi lahan yang memang  sengaja di buat datar untuk berkemah. sesampainya di pos dua kami istirahat sejenak, setelahnya kami langsung membagi tugas, dua orang mengambil air, tiga orang memasak dan sisanya mendirikan tenda sekaligus memasukan barang-barang bawaan kedalam tenda. Sayup-sayup suara adzan maghrib lirih terdengar, kami yang awalnya memasak diluar langsung bergegas memasukan alat alat masak kedalam tenda dan kemudian melanjutkan masak. Belum lama setelah kami selesai memasak hujan rintik-rintik mulai turun membasahi tanah dan pepohonan yang ada. Sembari menunggu hujan reda kami istirahat didalam tenda, mungkin karena badan sudah terlalu lelah sampai sampai kamipun tertidur. Pukul 17.50 hujan tak lagi turun dan mulai mereda, kami langsung menyantap makanan yang sebelumnya sudah kita masak, kemudian dilanjutkan review materi dan breafing. Pukul 21.30 breafing selesai kami pun istirahat dan tidur di tenda masing-masing. 

    Baru saja beberapa menit mata terpejam,terdengar suara gaduh diluar tenda. Alat-alat masak yang kami letakan diluar tenda secara tiba-tiba berbunyi, kami sudah panik mengira bahwa itu babi hutan karena kebetulan nugget yang kami bawa terletak di luar tenda. Setelah beberapa saat salah satu dari kami mengecek, ternyata itu bukan babi hutan, melainkan tikus yang mengais makanan sisa. Setelah itu karena kami merasa lelah kami memutuskan untuk melanjutkan tidur.

Wednesday, 16 December 2020

Cerita Perjalanan : Latihan Navigasi,SAR, dan PPGD di Gunung Sumbing. (Part 1)

Haii sobat alam,, 

        Sebelumnya kenalin nih, namaku Mardhi aku seorang mahasiswa peternakan semester 3. Aku tergabung di dalam UKM Mapasuri, yang saat ini aku dan teman-temanku akan mengadakan kegiatan pendakian. Tapii, ini bukan pendakian biasa lhoo tentunya,, kali ini kita akan mengaplikasikan beberapa materi yang kita dapat di mapala. Kita akan mengaplikasikan materi Navigasi yaitu potong kompas, SAR (serch and rescue), dan juga PPGD (Penanganan Pertama Gawat Darurat). Sebelum aku lanjutin ceritanya pastiin kalian simak baik-baik yhaa, karna akan ada banyak hal menarik dan bermanfaat yang bisa kalian dapet di ceritaku ini.. stayy tune.. 

        Okeyy,, aku mulai ceritaku ini dari h-1 pemberangkatan yaa. Dikarenakan aku di dalam tim ini sebagai logistic, intinya yg ngurusin semua kebutuhan alat-alat yang bakal dibutuhin mulai dari tenda, alat masak, sampai alat-alat yang bakal kita gunain nanti saat aplikasi. H-1 sebelum kegiatan aku mengelist alat–alat yang dibutuhin saat besok pendakian. aku membagi menjadi dua macem nih, pertamma alat kelompok kedua alat pribadi. sesuai yg aku jelasin sebelumnya karena disini aku sebagi logistic aku mempersiapkan segala peralatan kelompok, nah buat alat-alat pribadi aku serahin deh ke temen-temen buat mencari kebutuhan alatnya masing-masing, “gampang kann hhe”.


        Oh iya,, dikarenakan alat alat yang kita miliki terbatas, jadi untuk kebutuhan beberapa alat kami meminjam dari senior dan juga dari organisasi pecinta alam lainnya. Untuk keperluan alat kelompok seperti alat masak, gas, peta, kompas dan alat lainnya gaada masalah ni, tapi untuk tenda kita aga kesulitan mencari pinjaman kesana kemari. Akhirnya saya meminjam tenda ke salah satu senior, ke sispala bimawa dan satu lagi kita pake punya kita sendiri mapasuri, 0o iyha btw kita emang bawa 3 tenda yha, satu untuk peserta cowo, satu untuk peserta cewe, dan satu lagi untuk instruktur. 

        Setelah kita dapet semua tenda, kita cek terlebih dahulu tenda yang akan kita bawa satu persatu, pertama kita cek tenda punya mapasuri, dan.. amann.. walaupun ada beberapa freme tenda yang awalnya patah tapi bisa kita akalin lahh hhe. kemudian kita cek tenda yg kita pinjam milik senior, kita buka, kita diriin tendanya dan.. aman juga, dua tenda udah kita cek dalam keadaan normal dan keadaan baik. tinggal tenda yang terakhir nih.. kemudian kita lanjut cek, kita buka tendanya, kita cek framenya, dan.. saat kita akan memasang dan memeriksa frame, ternyata salah satu frame tenda yang kita pinjam tidak ada, yang pada akhirnya tenda yg sudah kita buka dan kita bentangkan gagal kita dirikan. Aku mencoba menghubungi orang terkait yang kita pinjam tendanya bermaksud untuk konfirmasi, ternyata benar saja, tenda yg kita pinjam sudah lama tidak dipaikai dan tidak dicek kelengkapannya. 

        
        Akhirnya kita memutuskan tidak memakai tenda yang satu ini. Karena kita sudah mencari tenda untuk pengganti tenda tadi yang tidak jadi kita pakai dan tidak menemukan pinjaman lagi, pilihan kita berakhir pada tenda single layer yang pada awalnya justru tidak akan kita bawa, . Tapi karena keadaan yaa..sudahlah. Sekedar informasi ni temen-temen, tindakan kami menggunakan tenda single layer sangant tidak patut dicontoh yaa.. Kerena tenda single layer bisa dibilang kurang recomendasi seperti tenda double layer, tenda single layer kurang mampu menahan udara dingin dari luar, pakailah tenda double layer yang mampu menahan udara dari luar dengan baik, okeyyy.. 

       Sekian dulu cerita perjalananku kali ini, ini baru part 1 ya.. Masih ada cerita-cerita menarik dan seru di part 2, nanti kita lanjut di part dua yaa.. byee

Monday, 26 October 2020

KONSERVASI MANGROVE MAPALA SURYA RIMBA

    Kegiatan konservasi mangrove merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting untuk menjaga kelestarian alam dan  juga kelestarian lingkungan. pohon mangrove yang ditanam di bibir pantai memiliki banyak manfaat, mulai dari sebagai habitat ikan dan beberapa hewan kecil sampai sebagai mitigasi untuk mencegah bencana tsunami, mencegah abrasi ataupun luapan banjir rob yang sewaktu-waktu bisa terjadi kapanpun, hal ini yang mendasari Mahasiswa Pecinta Alam Surya Rimba Universitas Muhammadiyah Purworejo untuk menjadikan kegaiatan konservasi mangrove sebagai salah satu agenda rutin kita.

gambar : proses penanaman bibit pohon mangrove

    Konservasi mangrove dilakukan diwilayah kawasan konservasi yang dimiliki oleh Mapala Surya Rimba  (MAPASURI) yang beraada di pantai keburuan tepatnya di ngombol, kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Pada Kawasan konservasi tersebut kami memiliki beberapa blok sebagai titik penanaman dan konservasi mangrove yaitu blok A, blok B dan blok C, blok D, blok E

    Perawatan pohon mangrove yang dilakukan oleh anggota Mapasuri dalam satu bulan biasanya dilakukan sebanyak satu sampai dua kali, hal ini dikarenakan pohon mangrove tidak terlalu memerlukan perawatan khusus seperti halnya pohon pohon lain yang memerlukan pemupukan atau perlakuan perawatan khusus lainnya. perawatan cukup dilakukan pembersihan dari sampah yang menyangkut diakar batang mangrove dan pembersihan sampah yang ada di sekitar mangrove yang terbawa oleh air laut.

    Seluruh anggota Mapala Surya Rimba terlibat langsung didalam kegiatan konservasi ini, mulai dari mencari bibit mangrove, menanam bibit mangrove, sampai perawatan dan juga peninjauan yang diagendakan dan dilakukan secara rutin. Kegiatan konservasi ini sebenarnya telah dimulai sejak bebrapa tahun lalu, tatapi pada pelaksanaannya kami beberapa kali sempat mengalami kendala, salah satunya kendala yang pernah kami alami adalah  saat setelah  bibit mangrove yang kami tanam terendam akibat air laut yang pasang, hal itu mengakibatkan bibit mangsrove tidak bisa tumbuh dan akhirnya mati.

gambar : proses penanaman bibit pohon mangrove

 

 

    Sampai saat ini kepedulian masyarakat terhadap konservasi mangrove masih sangat minim, dalam kegiatan perawatan rutinannya pun tidak banyak orang yang terlibat dalam perawatan maupun penanaman mangrove, hal ini dibenarkan oleh penuturan salah satu Anggota Mapala Surya Rimba sekaligus relawan konservasi mangrove Adamas Hamid Amrulah (20) “kepedulian warga sekitar ataupun masyarakat umum terhadap konservasi mangrove memang masih sangat minim, padahal keberadaan konservasi mangrove ini akan berdampak langsung terhadap masyarakat pesisir pantai yang berhadapan langsung dengan ancaman bencana laut yang bisa terjadi sewaktu waktu tanpa bisa kita prediksi, oleh karena itu tugas kita sebenarnya anggota Mapala dan juga sebagai aktivis lingkungan tugas kita bukan bukan hanya menenam mangrove secara langsng tetapi juga tanggung jawab kita sebagai mahasiswa pecinta alam adalah mengedukasi mesyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui konservasi mangrove”.

    Pada peninjauan yang kami lakaukan Bersama beberapa anggota Mapasuri yaitu Anang Purwoko (28), Adamas Hamid Amrullah (20), Iksan Susanto (19), Mardhianto (19), di blok D pada hari Kamis (22/10), jumlah pohon mangrove yang mampu bertahan dan hidup tercatat lebih dari 90 bibit mangrove Janis bakau yang tingginya berkisar 60cm sampai 1m, dan 5 bibit mangrove jenis bogem berukuran kisaran 1,5-2m.

    Kedepannya kami berkomitmen untuk terus melakukan konservasi pohon mangrove dan akan berusaha memperluas wilayah konservasi dengan harapan semakin banyak masyarakat yang medapat manfaat positive dengan adanya konservasi mangrove ini, dan juga sebagai bentuk tanggung jawab kami dalam pelestarian lingkungan.

 

kontributor : Mardhianto_KLMNG

 


 

Tuesday, 16 January 2018

MAPALA SURYA RIMBA MENGADAKAN KEGIATAN PENANAMAN MANGROVE DALAM RANGKA MEMPERINGATI MILAD MUHAMMADIYAH KE-105


Organisasi Muhammadiyah didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan di Kampung Kauman Yogyakarta pada tanggal 18 November 1912 (8 Dzulhijjah 1330 H). Persyarikatan Muhammadiyah didirikan untuk mendukung usaha KH Ahmad Dahlan untuk memurnikan ajaran Islam yang menurut anggapannya, banyak dipengaruhi hal-hal mistik. Tujuan utama Muhammadiyah adalah mengembalikan seluruh penyimpanganyang terjadi dalam proses dakwah. Penyimpangan ini sering menyebabkan ajaran Islam bercampur-baur dengan kebiasaan di daerah tertentu dengan alasan adaptasi. Gerakan Muhammadiyah berciri semangat membangun tata sosial dan pendidikan masyarakat yang lebih maju dan terdidik. Menampilkan ajaran Islam bukan sekadar agama yang bersifat pribadi dan statis, tetapi dinamis dan berkedudukan sebagai sistem kehidupan manusia dalam segala aspeknya.

Sabtu,18 November 2017 Mapala Surya Rimba Universitas Muhammadiyah Purworejo mengadakan kegiatan penanaman mangrove dalam rangka memperingati milad muhammadiyah ke-105. Penanaman mangrove yang dilaksanakan didaerah konservasi kami yaitu di Pantai Puncu Indah, Desa Keburuhan, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo. Daerah  konservasi kami sudah ada sekitar 3 tahun lalu. Kami membuat daerah konservasi disana karena melihat lingkungan dipantai keburuhan yang di sekelilingnya terdapat tambak udang yang lama-kelamaan akan terkena abrasi air laut dan mengakibatkan terkikisnya daerah bibir pantai.


Kegiatan ini yang diikuti oleh seluruh anggota Mapala Surya Rimba, UKM dan HIMA Universitas Muhammadiyah Purworejo. Selain itu dihadiri oleh Bapak Lukman Fadhiliya selaku Pembina Mapala Surya Rimba dan Bapak Istiko Agus Wicaksono selaku Wakil Rektor III.

Kegiatan penanaman mangrove kali ini selain untuk memeperingati milad Muhammadiyah kami juga mengajak civitas akademik Universitas Muhammadiyah Purworejo ikut andil dalam upaya pelestarian alam.  Rangkaian kegiatan kali ini meliputi penanaman mangrove sebanyak 300 bibit mangrove,  dan ramah tamah dengan UKM dan HIMA.





Dalam sambutan, bapak Istiko berpesan supaya pelestarian alam jangan hanya dibebankan kepada anak mapala, seperti halnya tema milad Muhammadiyah kali ini merekat kebersamaan diharapkan semua UKM dan HIMA harus ikut membantu dalam upaya pelestarian alam. "Harapan kami dalam milad Muhammadiyah ke 105, Muhammadiyah dapat melahirkan generasi muda yang terdidik, sadar akan lingkungan dan menjaga alam bangsa Indonesia agar tetap lestari".








#Akun media sosial resmi MAPASURI
facebook  : Mapasuri UM Purworejo
fans page : Mapasuri
twitter      : @mapasuri
instagram: @mapalasuryarimba_
email       : mapala_surya_rimba@yahoo.com
youtube   : Mapala Surya Rimba
blog      : mapasuriumpwr.blogspot.co.id














...

Friday, 24 March 2017

MAPALA SE-KARESIDENAN KEDU PERINGATI HARI AIR SEDUNIA DI PURWOREJO



Foto Bersama
PURWOREJO. Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) yang tergabung dalam wilayah Kedu semarakkan Hari Air Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Maret dengan beberapa kegiatan. (22/03)

Kegiatan ini merupakan aksi serentak yang dilakukan Mapala se-Pulau Jawa dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Maret, aksi serentak ini dilakukan Mapala di berbagai wilayah seperti Jogja, Semarang, Surakarta, Malang, Surabaya dan juga Karesidenan Kedu. Beda tempat, beda pula aksi yang dilakukan, ada 3 aksi yang dilakukan oleh Mapala se-Kedu untuk memeriahkan Hari Air Sedunia, yaitu Sosialisasi tentang kebencanaan dengan tema “Sebab Akibat Kebencanaan”, aksi tanam pohon di tepi sungai, dan tebar benih ikan nila dan lele di Sungai Bogowonto. Kegiatan ini berlangsung pada hari Rabu, 22 Maret 2017 di Dusun Jati Salam, Desa Semawung – Purworejo. Aksi ini dihadiri oleh 8 Organisasi Pecinta Alam se-Kedu meliputi Mapala Surya Rimba UM Purworejo, Mapala Mentari UM Magelang, Mapala Sulfur Untidar Magelang, Mapala Unsiq Wonosobo, Palasigo Stikes Gombong, Mapala Agripala Amik PGRI Kebumen, Mapalasta IAINU Kebumen, dan Mapala Dhartapala Politeknik Dharma Patria Kebumen. Selain Mapala, kegiatan ini dihadiri pula oleh pihak Kapolsek Purworejo, Koramil Purworejo, Babinsa Semawung, Bapak Carik Desa Semawung, Bapak Lukman Fadhiliya selaku Pembina UKM Mapala Surya Rimba, warga sekitar, karang taruna Desa Semawung, Sispala Cintaldo, MTMA Purworejo, KPG Purwomateg, FDA, BPBD, dan Bagelen Channel.


"Ada 394 bibit pohon yang kami tanam, serta 250 bibit ikan yang kami tebar di Sungai Bogowonto ini," tutur Selvie Isna Rojikin, Koordinator Mapala se-Kedu yang juga Ketua Umum Mapala Surya Rimba UM Purworejo saat ditemui di sela kegiatan.

Jenis-jenis pohon yang ditanam, yaitu Aren, Beringin, Gayam, Duwet, Jabon dan Bambu. Semoga aksi ini bermanfaat bagi kita semua.

Tebar Benih Ikan





Tanam Pohon

#Akun media sosial resmi MAPASURI
facebook  : Mapasuri UM Purworejo
fans page : Mapasuri
twitter      : @mapasuri
instagram: @mapalasuryarimba_
email       : mapala_surya_rimba@yahoo.com
youtube   : Mapala Surya Rimba

...